Ruang Sidang Plagiarisme Dijaga Ketat
Komisi Etik Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran hari Selasa (21/5/2013) ini menggelar rapat dengan agenda terkait laporan plagiarisme.
Menurut pantauan Kompas, penjagaan ketat sudah terlihat sejak di anak tangga menuju lantai dua gedung Fakultas Hukum. Tiga orang penjaga, seorang mengenakan kemeja, seorang berbaju safari, dan seorang berbaju satpam, berdiri di depan pintu dan menanyai setiap orang yang hendak masuk, termasuk mahasiswa. "Silakan lewat pintu depan saja," kata penjaga kepada seorang mahasiswa.
Di lantai dua, penjagaan juga tidak kalah ketat. Begitu sampai di pucuk tangga, ada meja yang dijaga tiga orang petugas pengamanan berbaju biru. Mereka tidak memperbolehkan siapapun melintas kecuali karyawan atau dosen.
Ruangan-ruangan di lorong lantai dua tersebut dipakai untuk kantor pejabat struktural FH Unpad. Salah satunya dipakai bersidang oleh Komite Etik yang menangani laporan dugaan plagiarisme yang diduga dilakukan Pembantu Dekan I, Ls, dan Sekretaris Program, I, atas tesis yang dibuat seorang mahasiswi, Helen Ryanita Nainggolan.
Humas Unpad, Wenny Widowati, mengatakan bahwa penjagaan itu dimaksudkan agar sidang tidak terganggu oleh lalu lalang orang. Dia meminta maaf atas gangguan yang terjadi.
Komite Etik FH Unpad dipimpin oleh Etty Agoes sementara yang dipanggil dalam sidang hari ini adalah dua orang terlapor, dua orang editor buku yang diduga hasil jiplakan yakni Chlorine Tri Isana Dewi dan Andri Febrian Benjamin, serta pelapor. Namun, Helen tidak datang dan digantikan oleh kuasa hukum sekaligus suaminya, Hotma Agus Sihombing. "Helen masih trauma dengan kejadian ini," ujarnya.