Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Sinisir Tersiksa Bau Kotoran Babi

Tersiksa menahan bau yang tidak sedap dari peternakan babi milik keluarga Sewow-Himpong, itulah yang dirasakan oleh warga Desa Sinisir

Tayang:
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG-
Tersiksa menahan bau yang tidak sedap dari peternakan babi milik keluarga Sewow-Himpong, itulah yang dirasakan oleh warga Desa Sinisir, jaga V Kecamatan Modoinding selama bertahun-tahun.

Tak mengenal waktu, mereka mencium bau kotoran babi, baik siang pagi dan malam hari, dari peternakan babi yang terletak di tengah perkampungan dan berdampingan dengan rumah warga.

"Saya tinggal di sini sejak kecil, sebelum ada kandang babi ini, udara di sini sangat sejuk, namun begitu didirikan, dan pemilik mulai beternak babi di situ, setiap hari kami terganggu dengan bau busuk," kata Cici Frans, warga yang rumahnya tepat di sebelah kandang babi tersebut, Senin (20/5).

Ia mengaku sangat terganggu dengan bau busuk kotoran babi tersebut."Saya memang merasa terganggu, karena baunya sangat menyengat, apalagi saat panas, aromanya menjadi sangat bau, karena uapnya," kata dia.

Warga lain, Fandy Sualang mengatakan, sangat keberatan dengan keberadaan kandang babi tersebut."Memang baunya sangat menyengat, apalagi kalau angin mengarah ke rumah saya," ujar dia.

Ia menambahkan, biasanya pagi dan malam hari sangat menyengat baunya."Kalau mulai ada matahari, baunya sangat menyengat, sampai banyak lalat, apalagi kan kotorannya dibuang di saluran air yang kering, jadi memang sangat bau," jelasnya.

Menurutnya, bau tersebut sangat mengganggu, apalagi saat ini dirinya mengusahakan kantin."Pasti ya pembeli juga merasa terganggu," jelasnya.

Ia menambahkan, sudah pernah mengadukan masalah ini ke pemerintah desa, dan kecamatan, namun tidak ada respon yang diberikan.

Selain itu, ia mengatakan, saat pembangunan itu, pemilik tidak memberitahu dan meminta izin dari warga di sekitar."Pembangunan peternakan ini baru tujuh tahun lalu, dan itu tidak minta izin pada kami," katanya.

Warga di Sinisir meminta kepada pemerintah agar mereka pemilik peternakan tersebut, memindahkan peternakannya."Karena ini sudah sangat meresahkan kami, jadi kami minta agar mereka untuk memindahkan, atau lakukan apapun, yang penting peternakan ini tidak ada lagi di sini," kata Robby Sualang.

Sementara itu, Joppy Sewow pemilik peternakan tersebut sudah berada di situ sejak warga tinggal di situ.

"Dan itu sudah ada izin usaha, dan izin CV, dan sudah juga diurus, di hukum tua juga sudah ada izin," jelas dia. Ia menambahkan, di peternakan tersebut juga sudah dikurangi hewan peliharaannya.

"Sesuai dengan kesepakatan kami, sudah mengurangi jumlah babi yang dipelihara, dan selain saya, banyak juga yang memelihara babi di situ," jelas dia.

Menurutnya, di situ juga sudah tidak ada pengendapan."Sebab di situ kan ada tempat pengendapan," jelasnya. (Amg)
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved