• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Manado

Di UKIT, Dosen S1 tak Diizinkan Mengajar Sejak Tahun Lalu

Sabtu, 18 Mei 2013 09:45 WITA
Laporan wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON
— Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Yayasan GMIM Ds AZR Wenas konsisten untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi seluruh mahasiswa di program Strata I. Caranya, yakni dengan melarang seluruh dosen yang bergelar S1 mengajar sejak tahun 2012 lalu untuk mata kuliah apapun.

“Jika di perguruan tinggi lain larangan mengajar khusus dosen S1 baru diberlakukan tahun ini, tapi di UKIT sudah diberlakukan sejak tahun 2012 lalu. Semua pengajar yang bergelar S1 sudah dialihkan menjadi pegawai,” ujar Rektor UKIT Yayasan GMIM Ds AZR Wenas Pendeta Hein Arina melalui Pembantu Rektor III Karno Rumondor kepada Tribun Manado, kemarin.

Ia mengungkapkan total dosen yang ada di UKIT berjumlah 187 orang di 7 Fakultas yang ada, dimana dari jumlah tersebut 36 diantaranya masih S1, 114 S2 (magister), dan S3 (doktor)  27 orang. “Untuk S1 sudah ada yang studi sebanyak 27 orang, jadi dari total yang ada tinggal 9 saja. Sedangkan untuk yang melanjutkan studi S3 ada 27 orang. Jadi, kami benar-benar mengutamakan mutu pengajar untuk mendidik dan mengajar mahasiswa di kampus,” tegasnya.

Diungkapkan Rumondor, seluruh dosen S1 yang sementara studi S2 wajib menunaikan kuliah, jika tidak maka tak akan pernah diizinkan untuk mengajar. “Peraturan Kementrian Pendidikan Nasional memang kami terapkan secara ketat disini, dosen S1 yang sementara studi S2 tak kami izinkan mereka mengajar. Harus menyelesaikan studinya lebih dahulu,” ungkanya.

Dosen-dosen yang ada di UKIT menurut dia tak kalah kualitasnya dengan yang ada di perguruan tinggi Negeri, sebab untuk mengajar harus mendapatkan nomor induk dosen nasional dari Kopertis di Jakarta. “Ada criteria khusus untuk menjadi dosen di UKIT, yakni minimal memiliki gelar S2, mempunyai jabatan akademik, dan nomor induk dosen nasional yang dikeluarkan Kopertis yang diketahui oleh Dirjen Dikti. Jadi, kualitasnya tak diragukan lagi, karena sudah setara dengan dosen dari perguruan tinggi Negeri,” katanya.

Hamy Lasut, dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKIT Yayasan GMIM Ds AZR Wenas mengatakan saat ini dirinya masih fokus menyelesaikan studi S2 di Universitas Negeri Manado (Unima) untuk meningkatkan mutu sebagai pengajar. “Di Unima, saya mengambil program magister pendidikan (MPd), sudah hampir tuntas, sebab untuk menjadi dosen memang wajib harus bergelar S2, tak boleh hanya S1 saja,” tukasnya.
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
314713 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas