Jumat, 27 Februari 2015

Hanya 900 Guru di Minahasa yang Terima Tunjangan Sertifikasi

Kamis, 16 Mei 2013 15:38 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Sekitar 1.800 guru sertifikasi di Minahasa harus lebih bersabar karena pencairan tunjangan sertifikasi triwulan pertama 2013 hanya akan diberikan pada sekitar 900 guru sertifikasi.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Minahasa, Jemmy Maramis saat diwawancarai Tribun Manado, Kamis (16/5) menjelaskan, kondisi ini dikarenakan banyak guru yang belum memiliki surat keterangan (SK) guru sertifikasi tahun 2013.

Dirinya mengatakan, sebagian besar guru yang belum akan mendapat tunjangan guru sertifikasi adalah guru SD dan SMP. Kondisi ini dikarenakan sekitar 1.800 guru ini tidak terdaftar di data Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Maramis menjelaskan, hal ini terjadi karena banyak guru yang terlambat memasukkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

"Kami hanya bisa menyalurkan tunjangan sertifikasi untuk sekitar 900 guru. Penyaluran tunjangan guru sertifikasi akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Guru-guru yang lain dinyatakan tidak memenuhi syarat karena belum ada SK akibat keterlambatan memasukkan Dapodik," ujarnya.

Dapodik harus dimasukkan secara online oleh masing-masing sekolah pada laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dapodik ini berisi segala data masing-masing guru sertifikasi, termasuk jumlah jam mengajar yang menjadi syarat penting sebagai penerima tunjangan guru sertifikasi.

"Dana Rp 23 miliar sudah ada di kas daerah, namun tidak bisa disalurkan pada semua guru sertifikasi. Guru yang belum memiliki SK tetap akan menerima tunjangan namun harus menunggu sampai persyaratan administrasi mereka selesai," ujarnya.

Rata-rata guru sertifikasi di Minahasa menerima tunjangan sekitar Rp 9,5 juta setiap triwulan. Total guru sertifikasi di Minahasa mencapai 2.715 orang.

Halaman12
Editor: Andrew_Pattymahu
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas