LSM Waraney Puser In'tana Prihatin Kondisi Waruga di Minut
Bukan hanya di Desa Kolongan tetapi untuk semua waruga yang ada di Minut.
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Sejumlah dewan pengurus besar (DPB) LSM Waraney Puser In'tana Toar Lumimuut merasa prihatin dengan kondisi waruga di Minut. Bukan hanya di Desa Kolongan tetapi untuk semua waruga yang ada di Minut.
"Waruga itu peninggalan sejarah dan punya nilai sejarah yang tinggi juga nilai budaya. Seharusnya pemerintah setempat lebih memperhatikannya karena situs budaya seperti waruga itu sebenarnya menyangkut penghormatan terhadap leluhur sebagai pendahulu di daerah ini. Sangat memprihatinkan kondisinya saat ini dan kalau tidak ada perawatan bisa-bisa waruga ini akan punah satu-persatu," ungkap Sekretaris Umum DPB Waraney Puser In'tana Toar Lumimuut, Meiyer Tanod kepada Tribun Manado, Selasa (20/4/2013) lalu.
Menurut Tanod, jika instansi terkait cerdas harusnya keberadaan situs budaya seperti waruga bisa dijadikan lokasi wisata. "Penataan yang baik pastinya akan berbuah hal-hal baik bagi masyarakat dan daerah. Daripada sibuk membangun tempat wisata yang baru mengapa tidak melakukan pugar dan pemeliharaan situs-situs budaya seperti waruga yang dirangkaikan acara-acara adat sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Harusnya pemerintah khususnya Dinas Pariwisata lebih cerdas dan memiliki program yang lebih berkualitas," ungkapnya.
Demikian Ketua Umum DPB Waraney Puser In'tana Toar Lumimuut John Pandeiroth menuturkan bahwa pihaknya sebagai LSM yang berorientasi pada masalah adat dan budaya di Minahasa, pihaknya akan mengawal kebijakan pemerintah setempat agar lebih memperhatikan budaya-budaya Minahasa termasuk situs budaya sejenis Waruga. "Kami berharap pemerintah setempat termasuk Dinas Pariwisata Sulut dan semua instansi terkait agar lebih bersinergi dan memperhatikan aset-aset budaya. Kebijakan dalam bentuk alokasi anggaran harus dalam perencanaan dan pelaksanaan yang juga memperhatikan aset-aset tersebut," ungkapnya.