Pria di Balik Sukses Sharapova
Popularitas Maria Sharapova bisa dibilang melebihi prestasinya di lapangan tenis.
Sharapova bahkan menjadi atlet putri dengan bayaran terbesar di dunia. Pendapatan dari menjadi duta beberapa produk ternama dunia, membuatnya bergelimang uang. Dia juga sukses menjadi produsen permen bernama Sugarpova, yang penjualannya mulai tersebar ke seluruh dunia.
Yang pasti, untuk meraih semua sukses tersebut Sharapova tidaklah sendirian. Ada banyak orang yang membantunya, termasuk pelatih maupun asisten. Ada satu lagi pria yang punya peran sangat besar dalam sukses Sharapova, yakni Max Eisenbud. Dia adalah agen yang sudah bertahun-tahun menemani Sharapova mengembangkan diri.
“Dia tahu segalanya tentang saya. Dia tahu ke mana saya akan pergi besok, dia tahu di mana saya sekarang,” ucap Sharapova pada CNN.
Sharapova bertemu Eisenbud ketika berusia 12 tahun. Keberuntungan mereka mulai terbuka saat petenis Rusia ini menjuarai Wimbledon 2004 dengan mengalahkan Serena Williams di final. Ketika itu dia masih berusia 17 tahun. Tawaran menjadi model iklan langsung berdatangan. Maka tugas Eisenbud lah untuk melakuan segala promosi, penawaran, dan membuat kesepakatan dengan para klien.
Kerajaan uang pun dibangun dua orang yang mengaku cocok satu sama lain ini. Pada Juni 2012, majalah Forbes mencatat harta Sharapova sebesar 28 juta dolar AS atau sekitar 280 trilyun rupiah, dengan 220 trilyun di ataranya didapat dari sponsor. Angka inilah yang menempatkan Sharapova sebagai atlet putri dengan bayaran terbesar di dunia.
Dengan kesibukan yang sama-sama padat, mereka sebenarnya jarang bisa bertemu langsung. Tapi dengan sarana teknologi canggih yang berkembang saat ini, mereka bisa berkomunikasi kapan saja dengan mudah. Bahkan, untuk urusan pekerjaan mereka bisa saling berkirim 75 email atau surat elektronik, dalam sehari.
“Agen punya pekerjaan jauh lebih banyak dibanding orang pada umumnya, menyusun rencana dan mengecek jadwal kita. Tentu saja dia berusaha membuat kita mendapat banyak uang dengan membuat kesepakatan-kesepakatan besar. Pada akhirnya, dia melakukan semuanya itu untuk saya,” puji Sharapova untuk Eisenbud.
Selain cocok bekerjasama dalam urusan pekerjaan, dua orang ini punya kesamaan lain, yakni lahir di bulan April meski berbeda 15 tahun. Selain Sharapova, Eisenbud juga menangani Li Na, petenis nomor satu Cina yang dicatat Forbes sebagai atlet putri dengan pendapatan terbesar kedua di dunia pada 2012.