Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jalan By Pass Minut Rawan Kecelakaan

Jalan by pass sepanjang 7 kilometer itu, rapat dengan pepohonan.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID,AIRMADIDI  – Jalan by pass sepanjang 7 kilometer itu, rapat dengan pepohonan. Rumah penduduk di pinggir jalan bisa dihitung dengan jari. Kendati begitu, jalanan selalu ramai dengan kendaraan yang lalu lalang dari Minut ke Bitung, atau sebaliknya.

Mulusnya jalan di situ membuat pengendara kerap memacu kendaraan dengan kencang. Jika siang tak masalah. Lain halnya bila malam, karena lampu jalan di situ tak menyala. Gelap gulita menyapu jalanan itu bila malam tiba, selain akibat lampu jalan tak menyala, juga beberapa sudut jalan memang tak dipasangi lampu jalan.

Lampu jalan tampaknya menjadi masalah di Minut. Jalan Manado -  Bitung di tiga desa Maumbi, Watutumou dan Kolongan pun gelap di malam hari, akibat lampu jalan tak menyala. Kerlap - kerlip lampu rumah penduduk dan pabrik, mampu menerangi beberapa sudut jalan.
Selebihnya remang - remang atau gelap sama sekali. Masalah di jalan besar itu menular ke lorong - lorong perumahan padat penduduk.
Di beberapa perumahan di Maumbi, warga bergotong royong memasang lampu jalan.

Caranya, pertama mengumpulkan uang, lalu menghubungi ahli listrik yang akan memasangkan lampu jalan pada tiang listrik.
“Terpaksa kami pasang lampu sendiri,” ujar Leonardus, warga Perumnas Kawangkoan. Lampu swadaya itu hanya menerangi lorong para pembayar.

Tak heran bila dalam satu perumahan, ada lorong berlampu dan ada yang tidak. Kasat Lantas Polres Minut AKP Linda Makal menyatakan tiadanya lampu jalan menjadi salah satu penyebab terjadinya lakalantas. Ada 36 kejadian lakalantas dari januari hingga april tahun 2013, dan sebanyak delapan orang meninggal dunia. “Salah satu penyebab adalah tidak ada lampu jalan,” tuturnya.

Banyak kasus kecelakaan, ujar dia, disebabkan pengendara mobil menabrak pejalan kaki. “Itu diakibatkan minimnya sarana penerangan jalan,” tuturnya.  

Linda menyebut tiga tempat terbanyak terjadinya kecelakaan. Ketiga tempat itu minim penerangan jalan. “By pass, Likupang serta Matungkas,” bebernya.

Sebab lainnya adalah kecepatan tinggi serta minuman keras. Namun dua sebab itu punya korelasi dengan sebab pertama tadi. “Banyak pengemudi yang memacu kendaraannya dan menabrak pejalan kaki, ada juga yang sudah mengkonsumsi alkohol,” bebernya.

Meski begitu, angka kecelakaan menurun dibanding periode yang sama tahun lalu. “Kami rajin mengedukasi warga agar mematuhi rambu lalu lintas,” tuturnya.

Upaya lain yang digencarkan adalah melakukan pemeriksaan alcohol terhadap para pengendara. “kami sudah lakukan itu,” bebernya. Tambahnya lagi, masalah lalu lintas bukan hanya tanggung jawab polisi tapi seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
“Masyarakat pun perlu sadar untuk bisa tertib berlalu lintas,” tuturnya.

Kadis Tata Kota dan Pertamanan Minut AT Sangian menyatakan perbaikan lampu jalan sedang dilakukan. “Kami sedang memperbaiki,” tuturnya.

Sebelumnya telah dikirim petugas untuk mengecek di lokasi, berapa lampu yang menyala, mati dan perlu diperbaiki.
“Tentunya sesuai anggaran, tapi tentunya akan kami maksimalkan,” sebutnya.

Ke depan, sudah ada pemikiran untuk menganti lampu yang ada dengan lampu bertenaga surya. “Kami sudah berpikir sampai ke sana, mudah – mudahan bisa terealisir,” ujarnya

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved