Jumat, 30 Januari 2015

Wah, Permukiman di Kolaka Diserbu Lalat

Selasa, 30 April 2013 19:20 WITA


TRIBUNMANADO.CO.ID, KOLAKA - Warga Jalan Kakatua, Kolaka, Sulawesi Tenggara, resah karena mendapat serbuan lalat yang berasal dari tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di kawasan Pantai Berti.

Setiap hari mereka harus menghadapi ribuan lalat yang beterbangan di rumah mereka, terutama pada jam-jam menjelang makan siang dan malam.

Warga pun meminta kebijaksanaan Badan Lingkungan Hidup Kolaka agar masalah ini dituntaskan. Menurut warga, serangan lalat ini bersamaan dengan berdirinya TPS di sekitar permukiman mereka.

Warga mengeluh, selain mengundang lalat, tumpukan sampah yang kian tinggi itu menimbulkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu.

Dari hari ke hari, tumpukan sampah semakin tinggi. Terlebih lagi tiap harinya sampah campuran itu kian menggunung sehingga selain menyebabkan serangan hama lalat, juga mengeluarkan bau tidak sedap.

Parahnya lagi, serangan hama lalat ini terjadi bukan pada pagi atau siang hari, tapi selama 24 jam. Warga merasa terganggu baik dari segi kebersihan maupun dari segi kesehatan mereka.

"Jadi tiap hari yang kita kerjakan adalah memasang perangkap lalat. Kertas kita lumuri lem lalat istilahnya, di situlah lalat itu tertempel. Biasa dalam sehari itu sampai 10 kertas yang kita bakar," kata Munaryo, seorang warga Jalan Kakata, Selasa (30/4/2013).

Halaman12
Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas