Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Manado

Teguran Berujung Tikaman di Pantat, Aduh!

Senin, 29 April 2013 10:29 WITA

Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
 
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG
- Perkelahian antar pemuda kembali terjadi hingga menyebabkan seorang pemuda dirawat di RSUD Manembo-nembo dan satu orang lainnya mengalami tusukan di pantat kiri. Menurut Stenly Jusup saksi mata dalam kejadian tersebut mengatakan peristiwa bermula saat sejumlah pemuda mengikuti acara disco pada pesta kawinan di rumah keluarga anggota Pol Airud Bitung Aipda Paparang di kompleks Aspol Airud Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga. Kemudian karena pengaruh minuman keras (miras) terjadi perkelahian antara dua kelompok pemuda, Minggu (28/4/2013) subuh.
 
“Waktu kejadian teman saya bernama Ahmad Mahamiang sedang bergoyang dengen temannya, temannya tersebut saat sedang bergoyang berteriak-teriak,” kata Jusup kepada Tribun Manado disela-sela memberikan keterangan di Mapolsek Bitung Timur. Tak berselang lama datang seorang pemuda bernama Fraiy Masiling alias opo (22) warga Kelurahan Tandurusa menegur Ahmad, lalu keduanya terlibat debat mulut hingga bertengkar. “Saya langsung melerai hingga saya dan Fraiy tersungkur jatuh, lalu secara tiba-tiba Ahmad melayangkan tikaman kepada Fraiy dipantat kiri,” tandasnya.

Sementara itu berdasar keterangan Ahmad, dari balik jeruji besi ia menjelaskan alasan mengapa dia menikam Fraiy. Menurutnya peristiwa tersebut terjadi karena terguran yang dilayangkan Fraiy tidak enak didengar olehnya. “Dia bilang saya tai minya dan makang puji sambil mendorong saya,” kata Ahmad. Dia pun tak menerima apa yang dikatakan oleh Fraiy sehingga dalam kondisi pengaruh miras keduanya terlibat perkelahian  hingga Ahmad mengeluarkan senjata tajam yang dia bawa. “Saya langsung cabut besi putih kemudian tikam Fraiy,” tuturnya.
 
Peristiwa tersebut tak berhenti hingga disitu karena usai menikam, sejumlah rekan Fraiy mengejar Ahmad Cs dengan menggunakan senjata tajam jenis panah wayer hingga mengakibatkan rekan mereka bernama Fransisco Haronis diamuk teman-teman Fraiy yang tidak menerima rekan mereka ditikam. “Kami lari ke sebuah rumah warga di Kelurahan Tandurusa, masing-masing saya, Fransisco Harobis dan Stenly Jusup, namun Fransisco berhasil ditemukan teman-teman Fraiy lalu memukulnya dengan kayu dan balok,” katanya. Menurut Ahmad, berdasar informasi warga , Fransisco diduga dipukul oleh teman-teman Fraiy antara lain bernama Ridwan Munawung dan Oksander Kumonong  pengeroyokan tersebut membuat Fransisco hingga kini dirawat di rumah sakit.
 
Kapolsek Bitung Timur IPTU Frelly Sumampow menambahkan, penyebab perkelahian hingga penikaman karena pesta disco di rumah anggota Pol Airdud Bitung. “Kan di Kecamatan Aertembaga sudah ada kesepakatan antara pemerintah, warga dan aparat mengenai program no disco, keyboart yes. Namun nyatanya masih saja ada warga yang menyelenggarakan acara menggunakan disco,” kata Frelly melalui Kasubag Humas Polres Bitung AKP E Sinaga.
 
Lanjutnya, keberadaan disco yang dipergunakan untuk acara warga sangat rentan dengan peristiwa kriminal sehingga pemerintah kecamatan dan aparat serta warga sudah berkomitmen untuk meniadakan disco saat ada acara. “Ini kan jelas melanggar aturan apalagi kalau acara tersebut tidak ada izin dari kepolisian,” tambahnya. Mengenai para pelaku penganiayaan terhadap Fransisco Haronis pihak tengah melakukan pengejaran terhada para pelaku yang identitasnya sudah diketahui. “Kami anjurkan agar mereka menyerahkan diri, jangan sampai polisi harus melumpuhkan mereka dengan tembakan,” tandasnya.
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Robertus_Rimawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas