Jufry Yang Penting Bisa Makan
Gonjang-ganjing PP 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Gonjang-ganjing PP 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan ternyata tidak diketahui sebagian petani cengkeh di Minahasa.
Jufry Pinontoan, petani cengkeh di Kecamatan Kombi mengatakan dirinya bahkan tidak pernah mendengar tentang aturan tersebut, apalagi hubungannya dengan usaha perkebunan cengkeh miliknya. Dirinya menjelaskan, sebagai warga yang buta aturan dan politik, mereka tidak terlalu memperhatikan jika ada aturan yang berkaitan dengan usaha perkebunan cengkeh mereka.
"Saya dan teman-teman lain tidak pernah mendengar aturan itu. Kalau memang bisa berdampak negatif pada usaha kami maka sebaiknya pemerintah meninjau kembali aturan tersebut. Bagi kami yang penting bisa makan maka kami sudah senang, tidak perlu pusing-pusing memikirkan politik atau hal lain," ujarnya.
Frans Sondakh, pemerhati ekonomi di Minahasa mengatakan, industri rokok adalah masalah yang pelik. Menurutnya dilain pihak fakta kesehatan menyatakan komoditas ini memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Namin dilain pihak industri ini sangat kompleks karena melibatkan jutaan orang mulai dari petani cengkeh dan tembakau sampai tenaga kerja pembuatan rokok.
"Kondisi ini sangat dilematis seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Sebagai gambaran sederhana, seperti bagaimana alkohol cap tikus sering menjadi pemicu tindakan kriminal, namun dilain pihak pemerintah tidak bisa langsung menangkap atau mematikan usaha petani pembuat captikus yang menggantungkan kehidupan ekonomi secara turut temurun menggeluti usaha tersebut," ujarnya.
Khusus untuk hasil perkebunan cengkeh di Sulut, pemerintah bisa mengarahkan produksi cengkeh untuk bahan lain diluar rokok. Menurutnya hasil cengkeh jangan bergantung pada industri rokok, namun harus bisa menjangkau komodoitas lain seperti bahan untuk kesehatan, rempah-rempah, dan produk lainnya yang nilai jualnya tetap tinggi. (luc)