Wisata Pantai Botutonuo Miliki Daratan Berpasir dan Berbatu

Desa Botutonuo menyimpan surga alam pantai yang menakjubkan.

Laporan Wartawan Tribun Gorontalo Budi Susilo

TRIBUNMANADO.CO.ID, GORONTALO - Desa Botutonuo menyimpan surga alam pantai yang menakjubkan. Desa ini memiliki deretan pantai yang indah, bersih, dan nyaman untuk lokasi wisata hiburan rakyat.

Menuju ke desa ini dari pusat Kota Gorontalo mudah dijangkau. Melalui jalur darat hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Jalan menuju lokasi desa ini sudah dilengkapi infrasktruktur jalan beraspal.

Ditemui, Kepala Desa Botutonuo, Ali Talif Hulopi (54) mengatakan, sudah sejak lama Desa Botutonuo disulap jadi lokasi wisata publik yang murah meriah. Banyak warga yang mengunjungi dari dalam desa juga dari luar desa.

“Mulai diatur jadi wisata pada tahun 2009. Warga disini yang mengelolanya,” ujarnya kepada tribungrontalo, Jumat (26/4/2013).

Keberadaan pantai sudah bagian dari pemberian Tuhan. Warga Desa Botutonuo hanya tinggal merawat dan memaksimalkan sebagai lokasi wisata yang ideal.

“Adanya pantai disini sangat membantu warga, mampu menambah penghasilan ekonomi,” kata Hulopi.

Ciri khas pantai di Desa Botutonuo berbeda-beda. Pada sisi arat bagian barat, pantai lebih berkarakteristik berpasir putih. Sementara pada sisi bagian daratan tengah dan timur, pantai lebih banyak berbatu-batu kerikil.

Tidak heran ungkap Hulopi, pantai ini jadi favorit wisata warga, saat masuk musim liburan sekolah atau penanggalan merah masehi. “Kalau hari libur, pantai disini padat sekali manusia,” tuturnya.

Pantauan tribungorontalo, pantai telah dilengkapi berabagai fasilitas pendukung seperti gubuk-gubuk kayu untuk tempat singgah bersantai di pinggir pantai.

Di bagian pintu masuk arah pantai, warga pun menyediakan lokasi kamar mandi umum, yang fungsinya untuk ruangan ganti pakaian, membilas badan atau pun membuang hajat.

Selain itu, bagi wisatawan yang suka dengan air laut, tersedia perahu laut yang mengelilingi Pantai Botutonuo sebanyak dua kali. Dalam kesempatannya, Yopin Botutihe (34), penyedia jasa perahu, mengatakan, tarif yang berlaku bagi sewa perahu dikenakan Rp 3 ribu per orang. “Keliling-keliling pantai pakai perahu. Juga dilengkapi alunan musik,” ungkapnya.

Terpisah Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim sebelumnya menuturkan, pengembangan wisata pedesaan didukung penuh oleh pemerintah provinsi bersama kabupaten dengan meningkatkan infrastruktur jalan, kamar mandi dan saluran air.

“Pantai Botutonuo akan kita kembangkan jadi aset wisata. Ini akan jadi satu paket dengan Pantai Olele. Insya Allah, programnya berjalan baik agar dari sisi ekonomi masyarakat kita bisa meningkat dari sektor wisata,” katanya

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved