• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Manado

Pindah Partai, Anggota DPRD Belum Berniat Mundur

Rabu, 24 April 2013 20:56 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN
-Diwajibkannya persyaratan mengundurkan diri oleh peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bagi anggota dewan yang partainya tidak lolos namun mencalonkan diri melalui partai lain. Ditanggapi beragam anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Sofyan Alhabsi anggota dewan dari Partai Bintang Reformasi (PBR) mengatakan aturan KPU nomor 7 tahun 2013 yang kemudian diubah ke peraturan KPU nomor 13 tahun 2013 hanya akal-akalan KPU. "Itu aturan hanya pesanan pihak tertentu, terbukti peraturan yang baru sebulan langsung diubah, karena mereka sadar ada kesalahan," jelas Sofyan, pada Rabu (24/4).

Sofyan menuturkan persoalan pengunduran diri seharusnya adalah urusan internal partai, bukan urusan KPU. Sehingga dirinya tidak akan serta merta mengajukan pengunduran diri dari keanggotaan dewan. Katanya, suara adalah milik anggota dewan yang berangkutan. "Suara adalah milik kami bukan milik partai," kata ketua Komisi I DPRD Boltim.

Selain itu, tidak memungkinkan adanya pergantian antar waktu (PAW) di partainya. Sebab semua caleg yang masuk di Daftar Calon Tetap (DPT) pemilih sebelumnya  sudah masuk parpol lain. "Apalagi peraturan tersebut sementara di jusdisial review di Mahkamah Konstitusi," katanya.

Sehingga Sofyan berencana hanya memasukkan surat pernyataan bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari anggota dewan. "Aturan itu tidak mutlak. Jadi saya hanya akan memasukkan surat pernyataan akan mengunduran diri," ungkapnya.

Sofyan menjelaskan dirinya lebih memilih Partai Kesatuan Bangsa (PKB) dari pada menuruti intruksi pengurus pusat yang memilih berafiliasi dengan partai Amanat Nasional (PAN). "Saya lebih memilih melawan instruksi partai karena kenyataan dilapangan tidak sama dipusat," jelas Sofyan.

Hal lain adalah kewajiban mengundurkan diri dari anggota dewan. Kendati partai asal berafiliasi dengan partai barunya. "Tetap sama walau memilih partai sesuai amanat pengurus pusat, nyatanya tetap harus mundur juga," katanya.

Hal senada, diungkapkan oleh anggota DPRD dari Partai Damai Sejaterah (PDS), Reevy Lengkong. Katanya, aturan penguduran diri tidak mutlak. "Saya berasumsi itu pengunduran dari keanggotaan partai," tuturnya.

Reevy yang kini mencalonkan diri dari partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengatakan hingga kini tak ada intruksi dari partainya agar bergabung dengan partai lain. Katanya, semua kader PDS diberi kebebasan memilih. "Saya hanya akan membuat surat rekomendasi dari pengurus pusat bahwa saya diperbolehkan mencalonkan diri. Pokoknya, lihat saja, ada waktunya,"

Sekadar diketahui, di DPRD Boltim terdapat 5 anggota dewan yang wajib mundur dari keanggotaanya sebagai syarat mencalonkan diri menjadi anggota dewan kembali. Mereka adalah Vecky Ochotan dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Luther Rambing dari Partai Pelopor ke PKB untuk DPRD Provinsi, Saptono Paputungan dari Partai republikan ke Partai Hati Nurani Rakyat, Reevy Lengkong dari PDS ke Gerindra dan Sofyan Alhabsy dari PBR ke PKB
Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
293013 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas