Harga Bawang Merah Rp 40 Ribu
Harga bawang merah saat ini turun dari Minggu lalu Rp 60 ribu per kilogramnya saat ini telah mencapai Rp40 ribu per kilogram.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Harga bawang merah saat ini turun dari Minggu lalu Rp 60 ribu per kilogramnya saat ini telah mencapai Rp40 ribu per kilogram. Hal ini karena pasokan dari Enrekang telah kembali normal.
"Saat ini per kilogramnya turun menjadi Rp 40 ribu," kata Yasin Muhammad distributor bawang di Pasar Bersehati, Rabu (24/4/2013).
Harga tersebut merupakan bawang merah yang telah dibersihkan. Sedangkan yang masih kotor oleh tanah dan akar-akar sekitar Rp 31 ribu, dan dijual per karung dengan berat 40 kilogram sekitar Rp 1.210.000.
Pasokan dari Enrekang mulai normal kembali sejak akhir minggu lalu, sehingga harga pun mulai turun.
Sedangkan untuk bawang putih saat perkilogramnya Rp 20 ribu untuk yang bersih, untuk yang kotor Rp 14 ribu, dijual per karung Rp 280 ribu dengan berat 20 kilogram. "Kami yakin akan turun, karena impor dari China sudah tidak ada hambatan," katanya.
Untuk pembeli yang bawang di Pasar Calaca berasal dari Tagulandang, Siau, Sitaro bahkan sampai Mimika. Biasanya para pedagang antar pulau datang seminggu sekali, mau pun seminggu dua kali. "Jadi, memang tidak hanya dari Manado saja, melainkan dari pulau-pulau," tuturnya.
Dengan turunnya harga bawang seperti ini, membuat geliat jual-beli lebih meningkat, karena masyarakat tidak perlu lagi berpikir dua kali untuk membeli bumbu dapur.
Joice warga Karang Ria mengungkapkan saat ini bawang merah sudah turun, ia membeli di supermarket saja hanya Rp 43 ribu per kilogram. "Baguslah, saat ini sudah turun. Mungkin di pasar tradisional pasti lebih murah," katanya.
Ia mengungkapkan seharusnya harga bawang merah dan putih harus jauh lebih murah. Karena barang tersebut merupakan bumbu dasar hampir seluruh masakan, sehingga harus lebih murah. "Oleh karena itu, pemerintah harus memperhatikan untuk ketersediaannya," ungkapnya.
Kepala Disperindag Sulut Sanny Parengkuan mengungkapkan harga bawang merah dan putih telah turun, karena pasokan ke Sulut telah normal, sehingga harga pun turun. "Dari Enrekang telah banyak yang masuk, sehingga harga murah," katanya.
Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir lagi ketersediaan bawang di Sulut telah kembali normal.