Andohar Jabat Danlanal Melonguane
, Laksma Guguk Handayani memimpin serah terima jabatan tiga pejabat utama Lantamal VIII Manado.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID-Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Manado, Laksma Guguk Handayani memimpin serah terima jabatan tiga pejabat utama Lantamal VIII Manado dalam suatu upacara di halaman Mako Lantamal VIII Manado, Rabu (24/4).
Selain serah terima jabatan, Handayani mengukuhkan Komandan Polisi Militer AL Lantamal VIII dan Kepala Dinas Pemeliharaan dan Perbaikan (Kadisharkan).
Dua jabatan yang diserahterimakan, Danlanal Melonguane dan Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Lantamal VIII. Jabatan Danlamal Melonguane diserahterimakan dari Letkol Laut (P) Yusuf Setiawan kepada Letkol Laut (P) Andohar dan jabatan Dandenma Lantamal VIII diserahterimakan dari Letkol Laut (P) Maurits Komaling kepada Letkol Laut (KH) I Wayan Suryadhi. Jabatan Danpomal yang sebelumnya dipegang Danlantamal VIII dikukuhkan kepada Letkol Laut (PM) Hendrawan Setiawan SPd dan Kadisharkan kepada Letkol Laut (P) Maurits Komaling.
Guguk Handayani dalam amanatnya menegaskan, mutasi jabatan di lingkungan dinas TNI AL merupakan hal lumrah guna menjabat kebutuhan organisasi. “Selain itu dikandung maksud untuk penyegaran personel dalam organisasi dan memberikan nuansa baru,” kata Handayani. Pergantian jabatan sebagai bagian pembinaan karier dan peningkatan kinerja organisasi.
Kepada para pejabat yang dilantik, Handayani meminta bertugas mengedepankan profesionalisme. Khusus kepada Danlanal Melonguane, Danlantamal meminta menjalankan fungsi dukungan logistik adminstrasi bagi semua unsur TNI AL di wilayah perairan paling utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina. “Secara khusus melaksanakan komunikasi sosial dengan masyarakat setempat sebab interaksi dan kebersamaan ini yang paling mendasar menjaga kedaulatan di perbatasan,” jelasnya.
Lanal Melonguane dituntut memiliki kesiap-siagaan maksimal dalam rangka menghadapi dinamika perbatasan. Misalnya personala border crossing (lintas batas) baik oleh warga Indonesia maupun Filipina. Kepada pejabat lainnya, Danlantamal juga menuntut profesionalisme. “Danpomal harus bisa menjamin penegakan hukum di internal prajurit Lantamal VIII,” tukasnya.
Danpomal yang baru dikukuhkan, Letkol Laut (PM) Hendrawan Setiawan berjanji menjalankan tupoksi utama sebagai penegak hukum prajurit. Penugasan ini merupakan kali pertama di Manado. “Saya terkesan dengan Manado, kota ini indah. Saya banyak mengetahui soal Sulut dari teman-teman sejawat yang pernah dan sementara dinas di sini,” kata Setiawan yang sebelumnya pernah bertugas di Tual, Jayapura dan Ambon.
Danlanal Melonguena, Letkol Laut (P) Andohar mengaku bangga atas penugasan baru ini. Ia berjanji menjalankan amanat Danlantamal terkait fungsi sentral Lanal Melonguane. “Saya memprioritaskan penguatan pangkalan sebagai pendukung operasi keamanan laut TNI AL di perbatasan,” jelas Andohar yang sebelumnya Perwira Bantu Pemberdayaan Penggalangan (Pabandyagal) Lantamal VIII.