Duh, Ikut UN Saat Rumah Ludes Terbakar
Kalut mau tak mau dirasakan Rizki Bagas Setiadi (15) siswa SMP 170 Pegangsaan, ia ikut UN saat api hanya menyisakan puing pada rumahnya.
"Saya pesan, sudah, jangan terlalu dipikirin. Sana pergi Ujian Nasional dulu," pesan Siti Amanah (40), sang bunda melepas kepergian Bagas.
Bagas bisa sedikit lega lantaran mendapat dukungan motivasi dari guru di sekolahnya. Bahkan, sang guru menjemput anak yang kerap masuk ke dalam peringkat 10 besar tersebut.
Dengan baju seragam putih, celana jins serta sepasang sepatu pinjaman dari tetangganya, putra satu-satunya pasangan suami istri Siti dan Slamet Ansori (47) itu pun pergi mengikuti ujian penentu kelulusan, dengan segala perasaan di dirinya. Rumah serta seisinya habis tak tersisa.
"Insya Allah Bagas lulus. Dia mau banget masuk SMK negeri, mudah-mudahan bisa," doa Siti.
Bagas belum tidur
Musibah kebakaran yang menimpa rumah Bagas dan belasan keluarga lainnya tergolong singkat. Api muncul dari salah satu rumah warga yang penghuninya tengah terlelap, Senin sekitar pukul 03.30 WIB. Tanpa antisipasi yang baik, api pun menjalar ke bangunan lainnya yang cukup padat tersebut.
"Bapaknya lagi kerja. Jadi saya langsung utamain diri saya dan anak saya saja. Semuanya ludes, termasuk buku sama seragam Bagas," tuturnya.
Alhasil, Bagas belum sempat tidur ketika harus mengerjakan soal ujian. Bahkan, ia sempat menangis usai kebakaran hebat.
Sang ibu pun hanya bisa menaruh harap agar kondisi demikian tidak mempengaruhi hasil ujian kelulusan itu. Siti hanya ingin anaknya mengubah hidup keluarganya yang hanya ditopang melalui kerja mengasong sang bapak di Terminal Pulogadung.
"Namanya Bagas anak saya satu-satunya, gimana ya. Berharap dia jadi terbaik," ujarnya.
Selamat menempuh UN, Bagas.