Tongkonan Simbol Prestise
Bagi kebanyakan orang, adat istiadat adalah sesuatu yang patut dijunjung tinggi.
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Fransisca Noel
Bagi kebanyakan orang, adat istiadat adalah sesuatu yang patut dijunjung tinggi. Tak jarang, banyak juga yang menunjukan apsresiasi kecintaan terhadap adat daerah asal dengan menghadirkannya melalui ornamen khas adat di kediaman rumahnya.
Bertahun-tahun hidup di Manado tak membuat keluarga Kanoena-Mantiri lupa akan tradisi adat suku asal sang kepala rumah tangga.
Ya, pak Elyakin si pemilik rumah adalah orang asli Tana Toraja, yang lahir dan dibesarkan dengan adat istiadat orang Toraja.
Memutuskan menikahi ibu Irene yang asli Manado, yang kemudian memberikannya dua putra dan putri Elkan dan Evangelia, tak membuatnya lupa akan kecintaannya terhadap kampung halaman.
Hal ini terbukti dengan berdiri kokoh dan megah salah satu simbol ornamen paling terkenal khas Tana Toraja di pekarangan rumah keluarga ini, yaitu Rumah Adat Tongkonan.
Miniatur rumah adat Tongkonan ini memiliki banyak arti penting bagi keluarga Kanoena-Mantiri.
"Menurut bapak, simbol rumah adat Tongkonan wajib ada di rumah warga asli Toraja, karena bagi orang Toraja rumah adat Tongkonan adalah simbol prestise dan kebesaran," tutur Irene Kanoesa-Mantiri, belum lama ini.
Berdiri di atas lahan cukup luas, berdampingan dengan rumah utama bergaya minimalis modern, mini model rumah adat Tongkonan ini telah mengalami sedikit penyesuaian.
Untuk bagian atap, enam pilar penyangga, serta aneka ukiran khas di sekelilingnya tetap dipertahankan asli khas rumah adat Tana Toraja.
Sedangkan di bagian kolong rumah, sengaja dibeton dan diberi lantai ubin oleh pemilik rumah sebagai tempat untuk menjamu tamu.
Posisi rumah yang berada di ketinggin menghasilkan tampilan view yang luar biasa. Saat duduk di kolong Tongkonan kita bisa dengan leluasa menikmati pemandangan teluk Manado dari kejauhan, termasuk semilir angin yang lembut bertiup di sekelilingnya.
Untuk menyempurnakan suasana menjamu tamu, di sekeliling pekarangan rumah utama dan Tongkonan sengaja dibuat hijau dengan rerumputan, rimbunnya pohon bambu mini dan aneka tanaman bunga lainnya.
Pokoknya, suasana duduk di tempat ini dibuat sealami mungkin, sehingga segala kepenatan akibat rutinitas akan hilang dengan sendirinya.
Puas meneropong bagian pekarangan rumah, tim edisi minggu Tribun Manado diberi kesempatan melihat dari dekat bagian interior rumah utama.
Saat masuk konsep rumah minimalis modern langsung terasa. Perpaduan warna abu-abu, coklat tua, hitam, dan putih cukup menguatkan kesan ini.