Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Manado

Mahasiswa Universitas Dumoga Kotamobagu Blokade Jalan Ahmad Yani

Senin, 15 April 2013 13:02 WITA

Mahasiswa Universitas Dumoga Kotamobagu Blokade Jalan Ahmad Yani
TRIBUNMANADO/EDI SUKASAH
Mahasiswa UDK Blokade Jalan Ahmad Yani.
Laporan wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU
- Puluhan mahasiswa Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) berdemonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, Senin (15/4/2013) sekitar pukul 12.50 Wita. Mereka menuntut Dewan Kota mengadakan rapat dengar dengan pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Kotamobagu (YPTK) dan Yayasan Pendidikan Bolaang Mongondow (YPB).

Para pengunjukrasa dari tiga fakultas di universitas itu tiba di Kantor DPRD Kotamobagu yang letaknya hanya puluhan meter saja dari Kampus UDK sekitar pukul 11.00 wita. Mereka memblokade Jalan Ahmad Yani dan mencoba membakar ban di tengah jalan. Namun upaya pembakaran ban bekas urung setelah mendapat larangan dari aparat keamanan yang menjaga demonstrasi tersebut.

Aksi di tengah jalan yang berada di pusat perkantoran pemerintahan ini terus berjalan. Beberapa mahasiswa berorasi mempertanyakan legimitasi yayasan pengurus UDK. Dua legislator dari Komisi III DPRD Kotamobagu, Agus Suprijanta dan Djufri Limbalo kemudian menemui para demonstrans. Dialog di tengah jalan terjalin sehingga arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yanni terhenti.

Gulam Olii, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi UDK, mengatakan masalah pengelolaan universitas berawal dari adanya keputusan pailit terhapap YPTK pada tahun 2009 lalu. Pengelolaan universitas kemudian dilakukan oleh YPB. "Pihak YPB telah mendaftarakan diri di Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) dan Dikti (Dirjen Pendidikan Tinggi)," kata Gulam di saat unjuk rasa berlangsung kepada Tribun Manado.

Dikatakan, ternyata YPTK juga masih menunjukkan kegiatanya. "Terus terang kegiatan akademik kami terganggu. Seba itu, kami minta Dewan memanggil pihak YPTK dan YPB agar jelas siapa yang mempunyai legitimasi. Kami kalau memang YPTK, silakan. Tapi yang kami ketahui saat ini pengelolaan dilakukanoleh YPB," kata dia menjelaskan.

Senada, Upi Damopolii mengatakan, permasalahan pengelolaan UDK ini muncul sekitar kembali pada tahun 2011 lalu. "Sebelumnya yang saya tahu pengelolaan uiversitas oleh YPB. Namun tahun 2011 muncul kembali YPTK. Kami harap jangan sampai mahasiswa yang menimba ilmu dikorbankan karena permasalahan ini," kata dia.

Setelah dialog lebih dari 30 menit, Agus Suprijanta mengatakan pihaknya akan mengadakan rapat dengar dengan pihak YPTK dan YPB. Namun, pihak-pihak tersebut akan dipanggil secara bergiliran. "Rabu (18/4/2013) ini, kami akan mengundang dulu pihak YPTK. Satu-satu pemanggilanya karena kan masing-masing panas, nanti tidak ada titik temu," kata Agus.
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Robertus_Rimawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas