Selasa, 28 April 2015

Kasus Ayu Diminta Jangan Dipolitisasi

Jumat, 5 April 2013 01:35

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Warga Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) meminta semua pihak untuk tidak mempolitisasi kasus penganiayaan terhadah Bayu Abdulah Basalamah atau dikenal Ayu Basalama.

Tokoh Pemuda Boltim, Hendra Damopolii menyesali kasus Ayu Basalamah kini sudah berpindah dari ranah hukum ke ranah politik. Dia mengatakan saat ini ada pihak-pihak yang diduga sengaja memanfaatkan kasus yang menimpa waria asal desa Nuangan itu untuk mengaitkannya dengan Bupati Boltim Sehan Landjar.

"Saya melihat kasus ini sudah di dorong ke ranah politik oleh orang-orang tertentu yang bukan warga Boltim dan tidak tahu akar permasalahan hingga terjadi pemukulan tersebut," jelasnya, pada Kamis (4/4/2013).

Dia meminta semua pihak menyikapi kasus tersebut secara elegan, tepat dan lebih rasional. Pasalnya, selama ini tudingan sekelompok orang melalui media massa yang mengaitkan keterlibatan kasus pemukulan tersebut dengan Bupati Boltim.

“Kasus ini sudah di ranah kepolisian, jadi biarkan kepolisian yang mengungkap kasus tersebut. Jangan membuat ketersinggungan dengan mencelah atau menyudutkan orang lain termasuk pribadi bupati Boltim Sehan Landjar,” ujar Hendra Damopolii, pemuda Modayag ini sembari memperingatkan semua pihak yang sengaja mempolitisasi kasus tersebut. "Kami ingatkan, siapapun yang oknum yang diduga berada di balik (kasus) Ayu, yang memiliki niat tertentu, apalagi untuk tujuan pembunuhan karakter terhadap bupati Boltim, sebaiknya lebih arif dan bijaksana,” tambahnya.

Hendra mengaku cukup mengetahui karakter Sehan. Hematnya, sangat mustahil jika Sehan berada di balik penganiayaan yang dialami Ayu. “Jadi, tolonglah Ayu dan semua pihak yang berempati terhadapnya dapat menyikapi kasus Ayu ini dengan lebih elegan,” katanya.

Hal senada diungkapkan Rustaman Paputungan, dia menduga politisasi kasus tersebut. Ada kaitannya dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kotamobagu. "Saya prihatin pemberitaan yang menyudutkan Bupati Boltim, tanpa memberikan ruang konfirmasi baginya. Pemberitaan beberapa media justru tidak berimbang," jelasnya.

Halaman12
Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Robertus_Rimawan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas