A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kasus Ayu Diminta Jangan Dipolitisasi - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribun Manado

Kasus Ayu Diminta Jangan Dipolitisasi

Jumat, 5 April 2013 01:35 WITA
Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN
- Warga Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) meminta semua pihak untuk tidak mempolitisasi kasus penganiayaan terhadah Bayu Abdulah Basalamah atau dikenal Ayu Basalama.

Tokoh Pemuda Boltim, Hendra Damopolii menyesali kasus Ayu Basalamah kini sudah berpindah dari ranah hukum ke ranah politik. Dia mengatakan saat ini ada pihak-pihak yang diduga sengaja memanfaatkan kasus yang menimpa waria asal desa Nuangan itu untuk mengaitkannya dengan Bupati Boltim Sehan Landjar.

"Saya melihat kasus ini sudah di dorong ke ranah politik oleh orang-orang tertentu yang bukan warga Boltim dan tidak tahu akar permasalahan hingga terjadi pemukulan tersebut," jelasnya, pada Kamis (4/4/2013).

Dia meminta semua pihak menyikapi kasus tersebut secara elegan, tepat dan lebih rasional. Pasalnya, selama ini tudingan sekelompok orang melalui media massa yang mengaitkan keterlibatan kasus pemukulan tersebut dengan Bupati Boltim.

“Kasus ini sudah di ranah kepolisian, jadi biarkan kepolisian yang mengungkap kasus tersebut. Jangan membuat ketersinggungan dengan mencelah atau menyudutkan orang lain termasuk pribadi bupati Boltim Sehan Landjar,” ujar Hendra Damopolii, pemuda Modayag ini sembari memperingatkan semua pihak yang sengaja mempolitisasi kasus tersebut. "Kami ingatkan, siapapun yang oknum yang diduga berada di balik (kasus) Ayu, yang memiliki niat tertentu, apalagi untuk tujuan pembunuhan karakter terhadap bupati Boltim, sebaiknya lebih arif dan bijaksana,” tambahnya.

Hendra mengaku cukup mengetahui karakter Sehan. Hematnya, sangat mustahil jika Sehan berada di balik penganiayaan yang dialami Ayu. “Jadi, tolonglah Ayu dan semua pihak yang berempati terhadapnya dapat menyikapi kasus Ayu ini dengan lebih elegan,” katanya.

Hal senada diungkapkan Rustaman Paputungan, dia menduga politisasi kasus tersebut. Ada kaitannya dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kotamobagu. "Saya prihatin pemberitaan yang menyudutkan Bupati Boltim, tanpa memberikan ruang konfirmasi baginya. Pemberitaan beberapa media justru tidak berimbang," jelasnya.

Rustaman mengatakan seharusnya media menceritakan kronologi hingga terjadi pemukulan. Katanya, selama ini yang dipolemikan adalah kasus pemukulan. Sedangkan kasus awalnya yakni makian Ayu terhadap Bupati Boltim dan keluarganya justru ditutup-tutupi.

Rustaman menuturkan persoalan penganiayaan terhadap Ayu sebenarnya mengundang simpati banyak pihak. Tak hanya kaum waria saja, warga Boltim ikut menyayangkan penganiayaan yang dialaminya. Namun, ketika kasus ini diduga sudah ditungganggi dan sengaja dimanfaatkan untuk menyerang pribadi pejabat daerah, simpati masyarakat itu pun perlahan luntur.

“Soal pemukulan terhadap Ayu, kami turut prihatin. Dan itu tidak ada kaitannya dengan bupati (Boltim), justru beliaulah yang jadi korban penghinaan Ayu,” jelasnya.

Senada dikatakan pemuda Boltim lainnya, Benny Boroma yang tak menginginkan kasus Ayu digiring ke ranah politik.  "Kami tidak terima jika ada pihak luar yang telah menunggangi kasus Ayu. Cacian kepada Bupati Boltim sungguh menyakitkan hati masyarakat Boltim,” tegasnya.

Tokoh Aliansi Masyarakat Adat Boltim Dedi Ginoga  melihat dugaan cacian Ayu Basalamah terhadap bupati Boltim melalui percakapan blackberry massanger (BBM) beberapa waktu lalu, merupakan pelecehan kepada simbol-simbol adat. Leluhur Mongondow cukup menjunjung tinggi "bo bahasaan" dan tak menginginkan pemimpinnya menjadi bahan cacian dan hinaan. “Cacian terhadap Ki Sinungkudan (pemimpin) bupati Sehan Landjar adalah pelecehan. Perlu ada sanksi adat kepada pelakunya,” urai  Dedi.

Sebelumnya, Bupati Boltim, Sehan Landjar menilai tudingan yang melibatkan namanya terhadap dirinya terkait dugaan penganiayaan terhadap Ayu Basalama ditunggangi kepentingan politik.

Pasalnya dia mengaku tidak pernah memerintahkan pemukulan terhadap Ayu. Bahkan penjemputan terhadap Ayu dari Kotamobagu oleh pendukungnya pun tak diketahuinya. Dia Justru kaget saat Ayu sudah dihadapannya dan kepadanya disodorkan pesan caci maki Ayu karena menuding dirinya tak mendukung Novi Idola Cilik hingga teriliminasi. Namun Sehan memilih memaafkan Ayu. "Ini persoalan terlalu kecil. Saya tidak terlalu menanggapi. Saya tidak pernah menyuruh orang memukul dia  Saya kenal mereka, masih keluarga," terangnya.
Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
273204 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas