A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Catatan Sejarah, Shakespeare Ternyata Pengusaha 'Kejam' - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Manado

Catatan Sejarah, Shakespeare Ternyata Pengusaha 'Kejam'

Minggu, 31 Maret 2013 22:31 WITA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penulis drama terkenal Inggris, William Shakespeare, juga merupakan seorang tuan tanah dan pengusaha yang kejam.

Sejumlah dokumen yang ditemukan Universitas Aberystwyth di Wales, Inggris barat, menemukan dia menarik keuntungan dari kelaparan dan masa-masa sulit.

Catatan pengadilan dan pajak memperlihatkan dia berulang kali didakwa karena menimbun bahan pangan secara gelap untuk dijual dengan harga yang tinggi, seperti dilaporkan wartawan BBC, Tom Esslemont.

Sebagai tuan tanah, Shakespeare menggunakan sebagian besar tanahnya untuk menanam gandum dan biji-bijian ketika bencana kelaparan melanda Eropa.

Dia kemudian menimbun sebagian hasil panen agar bisa dijual dengan harga mahal namun aksinya bisa diendus pihak berwenang dan beberapa kali sastrawan terkenal itu diproses ke pengadilan.

Warga yang terlambat membayar pembelian pangan itu sering pula dikenakan denda.

Meninggal di Stratford

Tim peneliti Universitas Aberystwyh memperkirakan Shakespeare baru pensiun sebagai 'pengusaha' setelah bekerja selama 24 tahun.

Pasa masa hidupnya, dia merupakan tuan tanah terbesar di kota tempat tinggalnya, Stratford-upon-Avon.

Salah satu karya Shakespeare, Coriolanus, menggambarkan tuan tanah yang kaya dengan latar belakang kerusuhan akibat penimbunan pangan pada masa kelaparan.

Dalam karya yang diperkirakan ditulis antara tahun 1605-1608, para warga biasa berupaya melakukan balas dendam atas para bangsawan dan pedagang yang dianggap menghambat mereka untuk mendapat makanan.

Penulis naskah terkeal Romeo and Juliet ini sempat berkarir di London namun kembali ke Stratford-upon-Avon pada masa lima tahun terakhir kehidupannya.

Dia meninggal dunia pada 23 April 1616 dan dikenang sebagai salah satu sastrawan penting dunia, yang karya-karyanya masih terus dipentaskan di berbagai belahan dunia. (BBC)
Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas