A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Moko Minta Polres Selidiki Kerusakan Hutan Mangrove - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribun Manado

Moko Minta Polres Selidiki Kerusakan Hutan Mangrove

Senin, 25 Maret 2013 16:51 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU
- Harmoko Mondo, aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), minta Polres Bolaang Mongondow (Bolmong) menyelidiki rusaknya hutan mangrove di daerah Paret, Kabupaten Bolmong Timur (Boltim). Dia mengatakan kerusakan tersebut akibat dari kegiatan PT Meyta Perkasa Utama (MPU).

"Perusahaan tersebut jelas-jelas merusak hutan mangrove. Jadi, kami minta agar Polres Bolmong turun dan menyelidikinya," kata pria yang biasa disapa Moko ini saat mendampingi warga Paret yang datang ke Markas Polres Bolmong, Senin (25/3/2013).

Dia menambahkan, perusahaan yang bergerak di bidang tambang ini juga telah melanggar analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). "Sesuai Amdal, perusahaan tersebut hanya beroperasi di wilayah laut. Namun, kenyataanya mereka juga melakukan aktivitas penambangan di daratan," kata Moko.

Fajri Bukohang, rekan Moko, mengatakan, Bupati Bolmtim Sehan Landjar telah menyatakan akan mencabut izin PT MPU. Dan, selama menunggu kajian tentang pencabutan izin itu, perusahaan tidak diperkanankan melakukan kegiatan. Namun, Fajri, kenyataan di lapangan berbeda.

Perusahaan tersebut ternyata masih beroperasi. "Saat kami tanyakan tentang kegiatan perusahaan tersebut kepada Bupati dan Pemkab Boltim, namun mereka menyuruh kami menanyakan kepada Polres. Alasanya, Polres Bolmong juga masuk dalam tim terpadu yang mengawasi kegiatan PT MPU," kata Fajri menjelaskan.   

Wakil Kepala Polres Bolmong Kompol Daru Tyas Wibawa mengatakan, pihaknya tidak berwenang mencabut izin PT MPU. "Siapa yang mengeluarkan izin, dia yang mencabut. Jika polisi yang mencabut perizinan itu salah kaprah. Kami bertugas berkaitan dengan keamanan," kata dia.

Daru menambahkan, pihaknya sejauh ini belum menerima pemberitahuan pencabutan izin dari Pemkab Boltim. "Bila ada laporan tentu kami akan dalamai, sejauh mana pelanggaran itu," ujar dia seraya menyarankan agar warga yang tidak berkenan dengan perusahaan mengadakan audiensi dengan DPRD.

Belasan warga Paret, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) didampingi sejumlah aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia datangi Markas Polres Bolmong, Senin (25/3/2013). Mereka mempertanyakan PT MPU yang masih beroperasi di wilayah mereka.

Mereka tiba di Polres sekitar pukul 11.45 wita. Di gerbang Mako Polres Bolmong yang berada di Jalan Paloko Kinalang, para aktivis dan warga sempat bersitegang dengan sejumlah personil kepolisian. Aparat hukum mempertanyakan perizinan aksi tersebut. Adu mulut antar kedua belah pihak tak terelakkan.

Beberapa saat kemudian, perwakilan aktivis dan warga dipersilakan masuk ke ruang lobby Mako Polres Bolmong. Wakil  Kepala Polres Bolmong Kompol Daru Tyas Wibawa telah menunggu perwakilan di ruang tersebut. Mereka kemudian berdialog.
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
264644 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas