Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Manado

Antik Sindir Tatong

Jumat, 15 Maret 2013 19:42 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU
- Pendaftaran wali kota dan wakil wali kota Kotamobagu menjadi ajang unjuk kekuatan bagi petahana, Djelantik Mokodompit dan Tatong Bara bersama pasanganya masing-masing. Setelah Tatong mendaftar bersama Jainuddin Damopolii pada Kamis (14/3/2013), giliran Djelantik dan Rustam mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu, Jumat (15/3/2013).

Djelantik-Rustam yang diusung dua partai besar, Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), diantar oleh ribuan pendukung dan simpatisan. Mereka mulai perjalanan daru rumah Djelantik di Kelurahan Mogolaing. Djelantik dan Rustam bersama istrinya masing-masing menggunakan bentor menuju Kantor KPU Kotamobagu yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kotobangon.

Ribuan simpatisan seakan mengular mengikuti pasangan tersebut. Sesampainya di pintu gerbang Kantor KPU, upacara adat Itum-itum dan Tarian Tuitan menyambut Djelantik dan Rustam yang saat itu memakai baju kotak-kotak ala Jokowi dengan dua sulur kuning di bagian dada kanan. Sekitar pukul 15.00 wita, rombongan memasuki ruang mendia center KPU Kotamobagu yang menjadi tempat pendaftaran pasangan calon.

Selain simpatisan dan pendukung, beberapa pengurus Partai Golkar dan PDIP dari beberapa daerah turut mengantar pasangan ini. Beberapa di antaranya, Yanny Tuuk, Kadir Mangkat, Herson Mayulu dan sejumlah pengurus DPD PDIP dan Golkar Sulut. Bahkan, hadir juga mantan Bupati Bolmong Marlina Moha Siahaan.

Usai pendaftaran, KPU Kotamobagu memberikan kesempatan kepada Djelantik dan Rustam untuk menyampaikan orasi politiknya. Djelantik dengan percaya diri mengatakan pasangan tersebut akan memenangkan Pilwako periode 2013-2018. "Rustam dan Djelantik siap memenangkan Pilwako. Tidak ada alasan tidak menang dengan dua partai besar yang mengusung," kata dia kepada massa pendukungnya.

Menurut dia, Partai Golkar dan PDIP mempunyai warna yang jelas dalam perjuanganya. PDIP selalu menekankan pembelaan kepada masyarakat kecil atau wong cilik. Di sisi lain, Golkar terkenal dengan jargon kekaryaan. Dia yakin, perpaduan dua partai tersebut akan bisa membangun Kotamobagu jauh lebih baik.

Pada kesempatan itu, pria yang biasa disapa Antik memberikan imbauan kepada massa saat pawai untuk menjaga kebersamaan, ketertiban dan kebersihan. Apalagi, kata dia, saat ini Kotamobagu sedang dalam penilaian Adipura. Bahkan dia sempat menyindir konvoi yang dilakukan sehari sebelumnya. Sehari sebelumnya, pasangan Tatong Bara-Jainuddin yang diusung PAN juga melakukan konvoi.

"Jangan seperti konvoi kemari. Ada upaya menjatuhkan (citra) kota dengan membuang sampah di jalan," kaya dia. Sehabis memberikan orasi, arak-arakan pun dimulai. Massa bergerak dari Kantor KPU Kotamobagu melewati Sininidian, Matali, Motoboi Besar, Molinow dan kembali ke rumah Djelantik di Mogolaing.
Nurdin-Sahat Mendaftar
Pada hari yang sama, Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), mendaftarkan bakal calon wali kota dan wakil wali kota, Nurdin Makalalag-Sahat Robert Siagian, ke KPU Kotamobagu, Jumat (15/3/2013). Koalisi partai ini menjadi pendaftar kedua setelah Partai Amanat Nasional (PAN).

Nurdin dan Sahat diantar oleh sejumlah pengusungnya dengan menggunakan kendaraan roda empat. Enam di antaranya jip yang biasa digunakan untuk kegiatan 'off-road'. Mereka tiba di Kantor KPU Kotamobagu yang berada di Jalan Brigjen Katamso sekitar pukul 10.30 wita.

Rombongan disambut oleh seluruh Komisioner KPU Kotamobagu. Nurdin adalah Ketua PBB Kotamobagu yang memiliki dua kursi di DPRD Kotamobagu. Satu di antara dua kursi itu 'diduduki' oleh Nurdin. Sementara Sahat dikenal sebagai pengusaha.

Adapaun PDP dan PPRN merupaka partai yang memiliki masing-masing satu kursi di DPRD Kotamobagu. Total empat kursi tersebut merupakan 'modal minimal' agar bisa mengusung pasangan calon kepala daerah di Pilwako Kotamobagu periode 2013-2018.

Usai mendaftar, Nurdin berjanji akan menjalankan program yang merakyat. Dia juga mengajak warga Kotamobagu menggunakan hak pilihnya. Sementara Sahat, hanya mengatakan beberapa patah kata saja. "Saya tak akan berorasi. Saya hanya tekankan wali kota dan wakilnya milik orang biasa," kata dia.
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Rine_Araro

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas