Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Manado

Sunny : Harus Ada Solusi Mengenai Relokasi Pasar Girian

Rabu, 13 Maret 2013 20:03 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
 
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG
– Tarik menarik permasalahan relokasi pasar Girian ke pasar Pinasungkulan Sagerat menuai sorotan dari sejumlah tokoh masyarakat yang bermukim di sekitar pasar Girian. Menurut dr Sunny Rumawung, akibat pengalihan kendaraan pemasok bahan yang dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Bitung dan Dinas Perhubungan ke pasar Pinasungkulan Sagerat harus ada solusi dan jalan keluar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
 
“Masyarakat pengguna pasar Girian dan Pemerintah Kota Bitung harus mencari jalan keluar yang terbaik menyangkut nasib pasar Girian. Jika persoalan ini berlarut larut maka akan berdampak negatif terhadap investasi dan kemajuan kota Bitung kedepan apalagi pemerintah Kota Bitung lagi getolnya mempersiapkan kawasan ekonmi khusus (KEK),” kata Sunny kepada Tribun Manado, Rabu (14/3).
 
Menurutnya saat ini hampir sering timbul ketegangan antara para pedagang, pembeli dengan para petugas khususnya Polisi pamong praja dan Dinas perhubungan  sehingga rasa nyaman dan kedamaian mulai terkikis. “Padahal Bitung dikenal sebagai kota yang berhasil dari segala aspek yang ada dan hal tersebut ditunjang dengan sikap dari masyarakat yang baik,” tuturnya.
 
Untuk itulah alangkah baiknya pemerintah harus bijaksana dalam menyikapi keinginan para pedagang, pembeli di pasar Girian dan Pasar Sagerat. “Karena dari amatan saya, kedua pasar tersebut beroperasi dengan baik jadi apa salahnya jika kedua pasar tersebut tetap difungsikan tanpa ada upaya untuk menutupi salah satunya dengan begitu tidak ada pihak yang dirugikan,” kata dia.
 
Lanjutnya untuk penggunaan kedua pasar tersebut tinggal fungsi dan pengelolaan saja yang diperbaiki dan ditata dengan baik. “Karena dengan beroperasinya kedua pasar tersebut akan mempermudah masyarakat dalam memilih kebutuhannya dan dengan sendirinya perekonomian dikedua lokasi tersebut akan meningkat dan bukan hanya dikedua lokasi tersebut saja tapi seluruh masyarakat Bitung bahkan Sulut akan merasakan nilai positif dari peningkatan ekonomi ini,” urainya sembari meminta kepada masyarakat dan aparat untuk tidak berbuat anarkis karena segala sesuatu dapat dibicarakan dan diselesaikan dengan baik. “Ingat torang samua basudara,” pungkasnya.
 
Pemkot Bitung melalui tim relokasi yang dipimpin oleh Sekretaris daerah Kota Bitung Edison Humiang hingga berita ini diwartakan tengah melakukan rapat tertutup. Dari amatan Tribun Manado hingga pukul 18.00 wita rapat membahas relokasi pasar masih berlangsung di ruang rapat lantai 4 kantor walikota Bitung. Seperti yang telah diwartakan sebelumnya langkah yang diambil pihaknya tidak bermaksud dan berniat melakukan kekerasan pada rakyat sebagaiman yang disampaikan sekdako Bitung Edison Humiang.
 
“Pasar itu dialihkan fungsinya ke Segarat karena ada prencanaan yang lain akan dilakukan pemerintah seperti pembahuran dari tradisonal bisa saja dibuat modern,” kata Humiang.

Dia pun menyampaikan kepada warga pemko Bitung tidak akan melakukan hal yang dapat merugikan warga baik pedagang ataupun para pembeli di pasar Girian karena dalam perencanaan untuk meningkat harkat hidup martabat dan kesejahtraan mereka. “Mereka pindah dengan baik kalau tidak kami akan tegas tapi persuasif, fleksibel, kami sudah memberi waktu kepada mereka melalui pendekatan yang baik kepada masyarakat, kalau ada kekerasan jangan kita ikut keras,” tegasnya.
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rine_Araro

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas