• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribun Manado

Mahasiswa ITM Tomohon Kunjungi Tribun Manado

Sabtu, 2 Maret 2013 14:04 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado, Andrew A Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID-
PT Manado Media Grafika yang membawahi Surat Kabar Harian (SKH) Tribun Manado menarik minat mahasiswa Jurusan Elektro Institut Teknologi Minaesa (ITM) Tomohon untuk belajar mengenai proses produksi media ini yang menjadi koran terbesar di Sulawesi Utara (Sulut) ini. Ada sekitar 30 mahasiswa di kampus ini yang akhirnya menambah pengetahuan mereka tentang bagaimana proses pencarian berita wartawan di lapangan, pra cetak, sampai ke proses cetaknya.

Kedatangan mereka disambut oleh Pemimpin Redaksi, Ribut Raharjo dan Manajer Produksi Tribun Manado Dion Putra, Sabtu (2/3) siang. Mahasiswa-mahasiswa begitu antusias bertanya kepada pimpinan koran ini tentang bagaimana awalnya Tribun Manado lahir dan menjadi kebanggaan warga Kawanua.

Dijelaskan oleh Ribut Raharjo, Tribun Manado mulai publish edisi pertama pada tanggal 2 Februari 2009. Kehadiran koran ini ingin memberikan pencerahan dan mencerdaskan masyarakat di nyiur melambai.

"Kami hadir sebagai family newspaper sehingga bisa dibaca  semua kelompok umur dari anak-anak, orangtua sampai kakek-nenek. Koran ini lebih fokus kepada sisi human interset sebuah peristiwa dan bukan koran 'berdarah-darah'," ujarnya.

Dijelaskan pria asal Jogjakarta ini Tribun Manado menjangkau seluruh Sulut dari Sangihe dan Talaud sampai Bolaang Mongondow Utara. "Kami juga terbuka bagi teman-teman mahasiswa apabilan ingin menulis di koran kami," ucapnya.

Ditambahkannya siapa saja bisa mengirim tulisan berupa tajuk tamu dan ciitzen journalism. "Tapi karena banyak tulisan dari warga Sulut yang masuk, jadi mohon maaf terlebih dahulu kalau Anda bersabar untuk tulisannya kami muat," ucapnya sembari tersenyum.

Sovian Piri yang menjadi pimpinan rombongan sekaligus dosen di ITM menjelaskan kedatangan mereka dalam rangka side visit ke koran Kompas Gramedia ini. "Kami sangat berterima kasih karena sudah diterima denan baik disini," ucapnya yang diiyahkan Florinda Langitan dosen lainnya.

Diutarakannya ia sangat tertarik untuk menulis opini di Tribun Manado. Sepengetahuan Vian, demikian ia biasa disapa kalau menulis opini di kora-koran harus dibayar.

"Saya pernah mau buat sebuah tulisan di sebuah koran tapi katanya harus dibayar dulu. Sykurlah Tribun Manado tidak menerapkan sistim seperti itu,"ujarnya.


Seusai bicanng-bicang dengan pimpinan Tribun Manado, 30 mahasiswa ITM ini kemudian mengunjungi bagian redaksi dan percetakan Tribun Manado. "Baru saya tahu kalau mesin cetaknya sebesar ini," ucap seorang mahasiswa yang kala itu berada di ruang percetakan.

Mereka kemudian dijelaskan bagaimana proses cetak koran oleh seorang karyawan percetakan Tribun Manado. Seusai melakukan kunjungan, semua mahasiswa, dosen dan pimpinan Tribun Manado melakukan foto bersama. (dru)
Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: Andrew_Pattymahu
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
245503 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas