A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Harga Beras Ketan Melonjak Rp 25 Ribu per Kilogram - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribun Manado

Harga Beras Ketan Melonjak Rp 25 Ribu per Kilogram

Rabu, 27 Februari 2013 17:49 WITA
Laporan wartawan Tribun Manado Fransisca Noel


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Syane, warga kelurahan Bumi Beringin Manado memutuskan menghentikan sementara produksi kue rumahan berbahan dasar beras ketan, karena harga bahan baku kue ini yang meroket.

Kepada Tribun Manado, Rabu (27/2) pemilik usaha jajanan pasar yang sudah menggeluti bisnis kue selama 20 tahun ini mengaku sulit menemukan bahan baku beras ketan di pasaran.

"Sulit sekali dapat beras ketan di pasar, kalaupun ada harganya sampai Rp 25 ribu per kilogram. Harga ini sangat memberatkan kami pedagang kue," keluhnya.

Menurut Syane, kelangkaan bahan baku beras ketan ini sudah dirasakan dua bulan terakhir. "Kalau  biasanya harga Rp 14 ribu per kilogram saat ini sudah tidak bisa lagi. Baik supermarket maupun pasar, kosong, kalaupun ada harga mahal sekali," tuturnya.

Kesulitan mendapatkan bahan baku beras ketan ini membuat Syane menghentikan sementara waktu produksi beberapa jenis kue berbahan baku beras ketan semisal lalampa dan betawik.

"Lalampa buatan kami itu murni pakai beras ketan dan tidak dicampur dengan beras, jadi kualitasnya tetap dijaga. Nah kalau beras ketan susah didapat seperti ini terpaksa untuk kue jenis ini dihentikan sementara produksinya," jelas Syane.

Dirinya memastikan tidak ingin mengorbankan kualitas kue hanya karena harus mencampur bahan baku beras ketan dengan beras biasa. "Kualitas tetap nomor satu, jadi untuk sementara produksi berhenti dulu hingga harga membaik," tuturnya.

Kondisi ini membuat Syane merugi hingga Rp7,5 juta per bulan. "Untuk usaha kue lalampa dan beberapa jenis kue berbahan dasar beras ketan saja sebulan omzet bisa sampai Rp 7,5 juta, yah dengan kondisi seperti ini terpaksa omzet turun jauh," keluhnya.

Menurut Syane, permintaan konsumen terhadap ketersediaan kue jenis lalampa cukup tinggi. "Saya biasa masukan di beberapa toko, dan layani pemesanan instansi dan perseorangan. Banyak yang cari kue jenis ini, tetapi mau bagaimana lagi, daripada harus naikan harga jual, lebih baik tunggu harga stabil dulu," ujarnya.

Syane berharap ada perhatian serius pemerintah terhadap kondisi ini. "Jangan cuma bicara saja, tetapi kontrol pasar, jangan sampai karena ulah beberapa pedagang yang seenaknya bermain harga membuat kami pedagang kecil makin sulit dan merugi," tandas Syane.
Penulis: Fransiska_Noel
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
243123 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas