Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Manado

Tim IOF tak Tidur Dua Hari

Selasa, 19 Februari 2013 09:25 WITA


Laporan Wartawan Tribun Manado Kevrent Sumurung

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
-Tim Indonesia Offroad (IOF) Manado yang diketuai oleh Harley Mangindaan, bekerja ekstra keras saat membantu korban bencana longsor yang terjadi di Citra Land Kecamatan Pineleng. Mereka bahkan tidak tidur dua hari saat hujan terus turun sejak Sabtu yang lalu.

"Yang turun Hengky Wong, Totot dan Walter Barakti. Mereka tidak ada karena sedang istirahat. Mereka tak tidur selama dua hari," terang AI sapaan akrab dari wakil wali kota Manado tersebut saat ditemui di rumah dinasnya, Senin (18/2).

AI saat diwawancarai mengaku baru selesai melakukan pemantauan dan pendistribusian bantuan terhadap korban banjir dan longosor di beberapa tempat di Manado.

Kepada Tribun Manado mengungkapkan saat terjadinya longsor di tempat tersebut, IOF memang paling cepat tiba di lokasi. Komunitas mobil jeep 4x4 itu langsung bergerak menuju lokasi longosr setelah mendapatkan informasi dari Radio RAPI.

Sebanyak 15 mobil pun langsung bergerak cepat menuju lokasi tersebut. Dikatakan AI, tim IOF Manado sendiri, tiba dilokasi hanya menempuh waktu setengah jam.

Mereka yang kebetulan sedang melakukan koordinasi pembagian tugas untuk memancau hujan yang dikhawatirkan terjadi longosor, tiba-tiba tim mendapatkan informasi dari Radio RAPI.

"Kami kan selalu berhubungan dengan mereka. Begitu dapat info kami langsung bergerak cepat," katanya.

Tiba di lokasi, IOF pun kemudian langsung mengangkat korban yang terjebak longsor dengan menarik puing-puing bangunan.

Tak hanya itu saja, ada pula yang terjepit di dalam mobil yang diselamatkan mereka. "Itu sebuah muzijat. Untung yang di dalam mobil selamat," tuturnya.
Pada proses evakuasi tersebut IOF pun harus mengorbankan tenaganya untuk membantu korban. Tak hanya itu saja, mereka bahkan harus mengorbankan 300 liter bensin untuk 15 mobil Jeep demi membantu korban.

Proses evakuasi tersebut memang hal yang biasa dilakukan oleh IOF. Mereka biasa melakukannya saat melakukan Offroad dengan melintasi hutan-hutan.

Di kejuaran, para Offroad biasanya saling membantu jika terjebak didalam lumpur. "Makanya biasa mereka melakukan itu. Bagi tim kami, evakuasi kemarin sedikit lebih mudah dibandingkan waktu di hutan saat di kejuaraan," tuturnya. (kev)
Penulis: Kevrent_Sumurung
Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas