• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Manado

Kapten dan ABK Keluhkan Keberadaan Mesin KM Tuna

Senin, 14 Januari 2013 19:42 WITA
Kapten dan ABK Keluhkan Keberadaan Mesin KM Tuna
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Mesin kapal yang rusak
Laporan wartawan tribun manado christian wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG –
Delapan dari 10 unit kapal tangkap Tuna yang merupakan bantuan kepada Nelayan dari kementrian Kelautan dan Perikanan ternyata tidak mempergunakan mesin merek Mitsubisi sebagaimana yang tercandum dalam Document kapal.

Hal ini sebagaimana temuan didalam kapal yang diberi nama KM Tuna 01, 02, 03, 04, 05, 06, 09 dan 10 yang sedang sandar di Dermaga Pelabuhan Perikanan Aertembaga Bitung, Senin (14/1).

Dari amatan Tribun Manado mesin kapal yang seharusnya memepergunakan merek Mitsubisi sama sekali tidak tercantum merek apa-apa hanya tulisan ‘Sudah ada Oli 5 Liter’ diatas mesin kapal serta tulisan huruf Cina bagian bawah mesin yang berwarna Orange. Sejumlah anak buah kapal dan kapten kapal KM Tuna yang dimintai keterangan soal mesin kapal yang dipergunakan mengaku tidak mengetahui merek mesin yang dipergunakan dikapal yang mereka jadikan untuk menangkap ikan dilaut.

“Saya tidak tau mesin apa yang dipergunakan sejak kapal itu beroperasi karena tidak ada merek dibagain mesin, selain itu mesin yang digunakan saat berlayar sering mogok sementara KM Tuna lainnya sudah hampir tiga bulan tidak beroperasi,” kata Utina Jailani kapten kapal KM Deho 04, Senin (14/1). Dengan kondisi tersebut praksi mendatangkan keluhan dari ABK dan dirinya sendiri karena menghambat pekerjaan mereka yang mencari ikan dilaut. “Setiap kembali dari laut tidak ada hasil dan mesin selalu bermasalah saat kembali dari luat,” tambahnya.
Lanjutnya bantuan kapal dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) yang seharusnya untuk kelompok nelayan ternyata justru kelola oleh pengusaha atau perusahaan, sebabgaimana yang terugkap dari pengkuan kapten kapal Utina Jailani diman mereka hanya merupakan orang kerja. “Torang hanya orang kerja dari satu diantara perusahan ikan di Bitung,” pungkasnya.

Sementara pengurus Koperasi Bina Usaha Sandra Sisca mengatakan bahwa semua kapal KM Deho 01 – KM Deho 10 itu merupakan milik nelayan yang pembayarannya dicicil melalaui rekening yang  anggaran pengadaan 10 unit kapal tersebut mencapai Rp 5 Miliar yang merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Iya ini merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan dan diberikan kepada kelompok nelayan yang harus mengembalikannya secara menyicil,” kata Sandra.

Terpisah Ketua Koperasi Bina Usaha, Hartje Sagai membantah jika 10 unit kapal tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Peikanan. “Kami sudah melakukan pertemuan dan mendapat penjelasan dari bos PT Deho di Surabaya bahwa kapal-kapal tersebut adalah milik PT Deho dan merupakan usaha dari perusahaan,” tandas Sagai.
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
199384 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas