• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Manado

Sebanyak 12 Trainer Adiksi Narkoba Dikukuhkan

Sabtu, 12 Januari 2013 13:26 WITA
Laporan wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA
- Dewan Sertifikasi Konselor Indonesia  DSKI bekerjasama dengan Colombo Plan dan NAADAC (National Association of Alcohol and Drug Abuse Counselor) mengadakan pelatihan bagi calon trainer, pada Juni 2012 lalu. Hasilnya, jumlah trainer untuk konselor adiksi Indonesia bertambah menjadi 12 orang. Pada Sabtu (12/1/2013), ke-12 trainer tersebut mendapatkan sertifikat dari Colombo Plan- Asian Center for Certification and Education for Addiction Professional dan NAADAC( National Association of Alcohol and Drug Abuse Counselor) sebagai bentuk apresiasi serta pengukuhan pada para trainer tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pemuda Remaja AntiNarkoba, Yessi Weningati melalui surat elektronik kepada Tribun Manado di hari yang sama. Ke 12 orang yang dikukuhkan terdiri dari, 3 orang dari BNN, 3 orang dari praktisi psikolog dan psikiater, 5 orang aktivis LSM, dan 1 orang dari Kementerian Sosial.

Pelatihan bagi calon trainer ini terkait data penyalahgunaan narkoba yang sangat serius. Berdasarkan data yang dirilis oleh BNN dalam jurnal data tahun 2011, disebutkan 2,2% dari populasi penduduk usia 10 s.d. 59 tahun atau sekitar 3,8 s.d. 4,2 juta jiwa adalah penyalahguna narkoba. Secara terperinci   27 % (sekitar 1,13 juta jiwa) di antaranya adalah  kelompok coba pakai, 45% (sekitar 1,89 juta jiwa) kelompok teratur pakai, dan 26 % (sekitar 1,1 Juta jiwa) kelompok pecandu bukan suntik dan 2 % (sekitar 84 ribu jiwa)  kelompok pecandu suntik.

Dari seluruh jumlah pecandu narkoba yang ada, hanya sebagian kecilnya saja yang mendapatkan layanan rehabilitasi. Padahal biaya rehabilitasi yang dibutuhkan untuk menyembuhkan pecandu dari narkoba, jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya mengkonsumsi Narkoba.

Jumlah pecandu Narkoba yang mendapatkan pelayanan Terapi dan Rehabilitasi di seluruh Indonesia tahun 2011 menurut data Deputi Bidang Rehabilitasi BNN adalah sebanyak 6.738 orang,  dengan jumlah terbanyak pada kelompok usia 26 – 30 tahun yaitu sebanyak 1.555 orang.  Jenis Narkoba yang paling banyak digunakan oleh pecandu yang mendapatkan pelayanan terapi dan rehabilitasi adalah ganja  (2.188 orang), selanjutnya secara berturutan adalah jenis shabu (2.117 orang), heroin (1.423 orang), ekstasi, diazepam, kokain dan lainnya.

Permasalahan adiksi harus ditangani dengan serius melalui terapi dan rehabilitasi yang efektif, baik rehabilitasi medis dan sosial. BNN dalam hal ini Deputi Bidang Rehabilitasi, berkewajiban untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga mereka dapat mengakses dan menjalani perawatan di pusat layanan Rehabilitasi baik yang berada di bawah naungan BNN maupun di bawah naungan  LSM  dan instansi pemerintah.

Dalam konteks layanan rehabilitasi, faktor Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya adalah konselor adiksi akan menjadi salah satu kunci keberhasilan pelayanan terapi rehabilitasi. Karena itulah, peran para konselor adiksi yang profesional dan berkompeten sangat mutlak diperlukan dalam pelayanan terapi dan rehabilitasi.

Selama ini, belum banyak konselor adiksi yang memiliki standar dan sertifikat khusus di bidang penanganan pecandu narkoba. Salah satu faktor penyebab hal tersebut adalah belum adanya suatu badan/lembaga khusus yang dapat mewadahi para konselor adiksi untuk dapat meningkatkan kompetensinya, sehingga mereka sulit  mendapatkan  sertifikat bertaraf regional ataupun Internasional.

Menanggapi permasalah ini, BNN telah merintis pembentukan Dewan Sertifikasi Konselor Adiksi Indonesia (DSKAI) pada tahun 2010. Sementara itu, di level internasional, Colombo Plan pada tahun 2009 telah membentuk Asian Centre for Certification and Education (ACCE) bagi profesional di bidang adiksi.

Selama 2 tahun terakhir ini DSKAI telah menjalankan tiga kali program pelatihan untuk para konselor  bekerja sama dengan BNN. Pelatihan ini dipandu oleh Trainer DSKAI (15 orang) yang telah menjalani pelatihan dari Colombo Plan- Asian Center for Certification and Education for Addiction Professional dan NAADAC( National Association of Alcohol and Drug Abuse Counselor). Para konselor  yang lulus dalam pelatihan tersebut mendapatkan sertifikat  International Certified Addiction Counselor Level-1 (ICAC Level-1).

BNN menyelenggarakan seminar nasional yang membahas seluruh aspek yang terkait dengan kompetensi SDM dalam bidang terapi dan rehabilitasi.
Seminar nasional ini mengundang sejumlah pemateri yang berpengalaman di bidangnya, antara lain ;

1.    Dr.Benny Ardjil,Sp.KJ-DSKAI dengan materi Peran BNN Dalam Sertifikasi Konselor  Adiksi;  Sejarah  Dan  Langkah-Langkah Yang Sudah Dijalankan.
2.    Perwakilan dari Kementerian Kesehatan dengan materi Peran Kemenkes Dalam Peningkatan Kompetensi SDM Pelayanan Terapi Adiksi
3.    Dr. Ir. R. Harry Hikmat, M.Si-Kemensos, dengan materi Peran Kemensos  Dalam   Peningkatan   Kompetensi   Sumber Daya Manusia (SDM) Pelayanan Rehabilitasi Adiksi.
4.    Dr.Teddy Hidayat,Sp.KJ-Unpad, dengan materi Peran Fakultas Kedokteran Unpad Bandung dalam peningkatan kompetensi Dokter dalam terapi adiksi
5.    Mr.Tay Bian How, Director of CP-ACCE, dengan materi Peran ACCE Dalam Meningkatkan Kompetensi Konselor Adiksi.
    Selain untuk merumuskan kebijakan dan strategi nasional, kegiatan seminar ini juga menjadi wahana untuk mensosialisasikan peran dan fungsi Dewan Sertifikasi Konselor Indonesia atau DSKI kepada public serta meningkatkan peran lembaga Rehabilitasi baik milik pemerintah maupun swasta. (*)
Penulis: Robertus_Rimawan
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
197374 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas