Perampokan

Dua Oknum Polisi Terlibat Aksi Perampokan

Keduanya sudah ditahan dan kini masih diperiksa provost.

TRIBUNMANADO.CO.ID, SURABAYA - Berprofesi sebagai aparat penegak hukum bukan jaminan untuk tidak melakukan tindak kriminal. Buktinya, dua oknum polisi kini tengah ditahan Provost Polda Jawa Timur karena terbukti terlibat perampokan uang tunai senilai Rp 90 juta. Keduanya adalah Aiptu S (48), yang juga warga Perum Sambong Permai, Desa Sambong Dukuh, Jombang, dan Briptu TC (26) warga Desa Balongsari, Kecamatan Megaloh, Jombang.

Aiptu S, malah tercatat sebagai Kepala Unit Reskrim Polsek Megaluh, Polres Jombang. "Keduanya sudah ditahan dan kini masih diperiksa provost," kata Kasubdit Penmas Polda Jatim, AKBP Suhartoyo, Sabtu (12/1/2012).

Keduanya, kata Suhartoyo, merampok bersama enam pelaku lain yang kini juga sudah ditangkap. Tugas kedua oknum polisi itu saat perampokan hanya sebagai pengawas lokasi perampokan di Jalan Raya Panglima Sudirman depan Pabrik Gula Jombang Baru Kecamatan Jombang, awal Januari lalu.

Korbannya adalah Abdul Rokhim yang mengendarai mobil Daihatsu Xenia perak W 5152 XQ. Korban dieksekusi saat melintas di kawasan tersebut. Dia tiba-tiba dihadang enam pelaku yang mengendarai Daihatsu Xenia hitam dan Daihatsu Terios hitam W 427 BI.

"Salah satu pelaku menodong menggunakan senjata api, kemudian merampas tas yang berisi uang Rp 90 juta. Korban lalu ditinggal tanpa dilukai," kata Suhartoyo.

Semua pelaku, kata Suhartoyo ditangkap beberapa hari setalah kejadian di berbagai daerah. Sementara keenam pelaku warga sipil adalah, AH (32) warga Kecamatan Diwek, Jombang, M (57) warga Kecamatan Srengat Blitar, IS (44) warga Kecamatan Ngoro Jombang, AA (35) warga Kecamatan Diwek Jombang, EP (36)warga Kecamatan Genteng Banyuwangi, NDL (51) warga Kecamatan Sukorejo, Blitar.

Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved