Kamis, 27 November 2014
Tribun Manado

Kebakaran di Belakang Gereja, Jemaat GBI Hosana Panik

Rabu, 26 Desember 2012 19:41 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG
– Suasana peribadatan di gedung gereja GBI Hosana yang terletak di kawasan Mangga Dua lingkungan 2 Kelurahan Girian Weru 2 Kecamatan Girian mendadak bubar. Pasalnya Minggu (23/12) saat ibadah sedang berlangsung dengan suntuk, puluhan jemaat langsung bubar karena telah terjadi peristiwa kebakaran tepat di belakang gedung gereja yakni rumah milik warga sekitar.

“Waktu itu dalam ibadah selesai berdoa untuk firman Tuhan tiba-tiba kami mendengar suara orang berteriak minta tolong,” kata seorang jemaat kepada Tribun Manado sesaat setelah peristiwan kebarakan. Dijelaskannya selain mendengar orang berteriak minta tolong seluruh jemaat melihat tepat di belakang gereja nampak kepulan asap yang keluar dari dalam rumah. “Pas liat asap,seluruh jemaat langsung berhenti beribadah semua keluar menyelamatkan diri sambil mengangkat peralatan sound sistem dan barang berharga lainnya keluar gedung gereja,” tutur warga perumahan Primkop ini.

Lanjutnya akibat kebakaran yang terjadi, seluruh jemaat tak pandang lelaki maupun peremuan bergegas mengangkat sound sistem yang ukurannya sangat berat dan hanya bisa diangkat oleh pria. “Bukan hanya pria yang mengangkat, kaum perempuan pun ikut berbondong-bondong mengangkat kursi dan semua barang berat lainnya untuk diselamatkan keluar gedung gereja,” pungkasnya.

Sementara itu ditempat terpisah penghuni rumah yang terbakar yakni ibu Rulea Baluhun (30) dan Halima Panesan (83)  serta seorang anak kecil bernama Nurul Ayini (3) langsung berhamburan keluar rumah. “Kejadiannya sekitar pukul 19.15 wita, saat ini saya, oma saya dan anak saya sedang nonton TV di ruang tengan tiba-tiba melihat api di kamar tengah yang turun dari atap kebagian bawah rumah,” cerita Rulea.

Lanjutnya pasca menlihat api langsung berteriak minta tolong sembari menyelamatkan sang anak dan membopong oma keluar dari dalam rumah yang sudah dilalap si jago merah. “Saya langsung peluk anak saya dan membopong oma untuk keluar rumah. Tidak ada lagi barang yang diselamatkan hanya pakaian di badan dan sebuah telepon seluler untuk menelepon suami,” pungkasnya.

Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian oleh empat unit mobil pemadam kebakaran. Sementara itu menurut pihak petugas pemadam, kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek. “Dugaan sementara kebakaran terjadi karena arus pendek, karena asal api dari atas kebawah,” kata Robby
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Rine_Araro

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas