Sepakbola
Hanafing Rindu Rivalitas Persma-PSM
Sebanyak 16 orang pelatih sepakbola lulus Penataran Pelatih Sepakbola Lisensi D yang digelar Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia
Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebanyak 16 orang pelatih sepakbola lulus Penataran
Pelatih Sepakbola Lisensi D yang digelar Asosiasi Pelatih Sepakbola
Indonesia (APSI) Sulut yang berlangsung 18-23 Desember di Manado.
Belasan pelatih asal Manado, Tomohon, Bolmong, Minut, Gorontalo dan Luwuk ini menjalani pelatihan dalam kelas sekaligus praktek di aula Aisyiah Ketang Baru dan Lapangan PS AL Lantamal VIII di Kairagi. "Syukur edisi kali ini semuanya lulus," ujar pelaksana penataran, Ketua APSI Sulut, Anton Arsjad saat penutupan di Stadion Klabat Manado, Minggu (23/12).
Penutupan penataran ditandai dengan friendly match antara tim pelatih lisensi D melawan tim Persma Allstar di Klabat. Sejumlah punggawa eks Persma turut bermain. Semisal, Ruddy Manumpil, John Makasengke, Jop Mandey.
Arifin Adrian, eks fullback Persma harus melawan rekan-rekan seperjuangan karena terdaftar sebagai peserta lisensi D utusan Gorontalo. Partai ini dimenangkan tim eks Persma dengan skor akhir 4-2.
Hanafing, eks pelatih PSM Makassar berlisensi FIFA bangga bisa berbagi ilmu kepada pelatih lokal Sulawesi. Ia prihatin karena saat ini hanya PSM Makassar, tim asal Sulawesi yang berlaga di kompetisi tertinggi nasional. "Apalagi Sulut yang dulu punya tiga (tim). Siapa tak kenal Persma, Persmin dan Persibom? Saya rindu rivalitas PSM Persma dan tim lain di Sulawesi" ujar pria asal Makassar ini.
Ia menaruh harapan besar kepada belasan pelatih yang lulus dan berhak menerima sertifikat lisensi D. "Mereka harus menggairahkan persepakbolaan lokal di daerah masing-masing," ujarnya. Menurutnya, tersendatnya roda kompetisi turut dipengaruhi macetnya regenerasi dan pembinaan pesepakbola usia dini.
Penataran lisensi D ini merupakan edisi terakhir. APSI Sulut mengagendakan penataran lisensi C tahun depan. Anton Arsjad yakin bisa terlaksana karena sudah beberapa kali digelar sertifikasi lisensi D. "Sudah ada sekitar 40 pelatih yang lisensi D. Sebelum ini, Mei (2012) 18 orang lulus," ujar pemilik sekaligus PS Bina Taruna -- klub awal mantan Kapten Timnas Indonesia -- Firman Utina.
Sertifikasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pelatih di daerah. Hanafing dan Anton berharap bisa ada pelatih asal Sulut yang berbicara di tingkat nasional.(ndo)
Pelatih Lisensi D Pengprov PSSI Sulut
Instruktur
- Hanafing
Asisten
- I Wayan S Hendrajaya
- Radjab 'Aku' Thalib
Peserta
1. Noldy Kawangung (Manado)
2. Zainal Abidin Gama (Bolmong)
3. Arianto Laidy (Manado)
4. Deddy Simbuka (Manado)
5. Mario Lahami (Manado)
6. Muhammad Simbuka (Manado
7. Fero Toar (Manado)
8. Zunaidi Darise (Manado)
9. Surahman Syahrain (Manado)
10. Kristianto Kahar (Kwandang)
11. Arifin Adrian (Gorontalo)
12. Tandi Liwo (Tomohon)
13. Noldy Orah (Tomohon)
14. Husain Pakaya (Luwuk)
15.Quaen Palandi (Kolongan)
16. Youce Tangkalarabingan (Manado)
Sumber: APSI Sulut
Belasan pelatih asal Manado, Tomohon, Bolmong, Minut, Gorontalo dan Luwuk ini menjalani pelatihan dalam kelas sekaligus praktek di aula Aisyiah Ketang Baru dan Lapangan PS AL Lantamal VIII di Kairagi. "Syukur edisi kali ini semuanya lulus," ujar pelaksana penataran, Ketua APSI Sulut, Anton Arsjad saat penutupan di Stadion Klabat Manado, Minggu (23/12).
Penutupan penataran ditandai dengan friendly match antara tim pelatih lisensi D melawan tim Persma Allstar di Klabat. Sejumlah punggawa eks Persma turut bermain. Semisal, Ruddy Manumpil, John Makasengke, Jop Mandey.
Arifin Adrian, eks fullback Persma harus melawan rekan-rekan seperjuangan karena terdaftar sebagai peserta lisensi D utusan Gorontalo. Partai ini dimenangkan tim eks Persma dengan skor akhir 4-2.
Hanafing, eks pelatih PSM Makassar berlisensi FIFA bangga bisa berbagi ilmu kepada pelatih lokal Sulawesi. Ia prihatin karena saat ini hanya PSM Makassar, tim asal Sulawesi yang berlaga di kompetisi tertinggi nasional. "Apalagi Sulut yang dulu punya tiga (tim). Siapa tak kenal Persma, Persmin dan Persibom? Saya rindu rivalitas PSM Persma dan tim lain di Sulawesi" ujar pria asal Makassar ini.
Ia menaruh harapan besar kepada belasan pelatih yang lulus dan berhak menerima sertifikat lisensi D. "Mereka harus menggairahkan persepakbolaan lokal di daerah masing-masing," ujarnya. Menurutnya, tersendatnya roda kompetisi turut dipengaruhi macetnya regenerasi dan pembinaan pesepakbola usia dini.
Penataran lisensi D ini merupakan edisi terakhir. APSI Sulut mengagendakan penataran lisensi C tahun depan. Anton Arsjad yakin bisa terlaksana karena sudah beberapa kali digelar sertifikasi lisensi D. "Sudah ada sekitar 40 pelatih yang lisensi D. Sebelum ini, Mei (2012) 18 orang lulus," ujar pemilik sekaligus PS Bina Taruna -- klub awal mantan Kapten Timnas Indonesia -- Firman Utina.
Sertifikasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pelatih di daerah. Hanafing dan Anton berharap bisa ada pelatih asal Sulut yang berbicara di tingkat nasional.(ndo)
Pelatih Lisensi D Pengprov PSSI Sulut
Instruktur
- Hanafing
Asisten
- I Wayan S Hendrajaya
- Radjab 'Aku' Thalib
Peserta
1. Noldy Kawangung (Manado)
2. Zainal Abidin Gama (Bolmong)
3. Arianto Laidy (Manado)
4. Deddy Simbuka (Manado)
5. Mario Lahami (Manado)
6. Muhammad Simbuka (Manado
7. Fero Toar (Manado)
8. Zunaidi Darise (Manado)
9. Surahman Syahrain (Manado)
10. Kristianto Kahar (Kwandang)
11. Arifin Adrian (Gorontalo)
12. Tandi Liwo (Tomohon)
13. Noldy Orah (Tomohon)
14. Husain Pakaya (Luwuk)
15.Quaen Palandi (Kolongan)
16. Youce Tangkalarabingan (Manado)
Sumber: APSI Sulut