A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Warga Sapa Minta Izin Lahan HGU tidak Diperpanjang - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Manado

Warga Sapa Minta Izin Lahan HGU tidak Diperpanjang

Rabu, 5 Desember 2012 22:34 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG- 
Beberapa Tokoh Masyarkat dari Desa Sapa Kecamatan Sinonsayang mendatangi kantor Bupati Minahasa Selatan, Rabu (6/12).

Kedatangan mereka, dimaksudkan bertemu dengan pihak Pemkab Minsel antara Sekda atau Asisten I, namun sayang kedua orang tersebut tidak berhasil ditemui, karena asementara tugas luar.

Jika saja mereka bertemu, hal yang hendak mereka sampaikan yaitu masalah lahan Hak Guna Usaha (HGU) di desa Sapa yang sudah habis masa berlakunya.

"Lahan tersebut, sudah berakhir masa kontrak HGU dengan pemerintah pada 4 Desember kemarin, sehingga kami minta tidak usah diperpanjang, atau bisa diperpanjang tapi hanya 133 hektare saja," jelas Albert Igir.

Ia menambahkan, hendak meminta kepada pemerintah, agar lahan tersebut diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola."Karena sudah sejak tahun 40an lahan yang dulunya hutan, dibongkar oleh masuyarakat, kemudian ditanami dengan kelapa," jelasnya.

Lahan tersebut sebenarnya dikelolah oleh PT Batu Kapal yang memiliki izin HGU yang diterbaitkan tahun 1986 sebanyak 554 hektare dan sudah habis tanggal 4 Desember."Namun kebanyakan warga yang tanami dengan kelapa, sementara perusahaan hanya 133 hektare, itu pun mereka tidak melakukan peremajaan," jelasnya.

Nah, saat ini BPN tengah melakukan pengukuran untuk perpanjangan HGU." Masyarakat tidak menolak apakan diperpanjang atau tidak, tapi yang kami kehendaki lahan tersebut diambil oleh pemerintah menjadi aset, kalaupun diperpanjang, hanya yang 133 hektare saja," jelasnya.

Sebab pada lahan tersebut, ada 201 rumah tangga yang tinggal."Dan mereka sudah mengelola sekitar 400 hektare lahan di situ, namun kami harapkan pemerintah saja yang ambil alih sebagai asel," jelasnya.

Sementara itu, Boy Tumiwa ketua DPRD Minsel mengatakan, bahwa masalah tersebut sudah masuk berada di mejanya."Sementara dikaji, dan dalam waktu tidak lama akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya.
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
166523 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas