Gorontalo
Warga Terpencil Tanggalkan Hidup Sehat
Kondisi pengetahuan masyarakat pelosok atas sikap perilaku hidup bersih masih memprihatinkan. Sebagian besar wawasannya masih kurang.
Laporan Wartawan Tribun Gorontalo Budi Susilo
TRIBUNMANADO,
GORONTALO - Kondisi pengetahuan masyarakat pelosok atas sikap perilaku
hidup bersih masih memprihatinkan. Sebagian besar wawasannya masih
kurang.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Idah
Syahidah, mengatakan, banyak masyarakat daerah belum memahami sepenuhnya
Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).
"Sebenarnya menerapkan hidup bersih sehat sangat mudah," ujarnya kepada tribungorontalo melalui press rilisnya, Jumat (30/11/2012).
Sebagai sisi transfer pengetahuan, Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo memberikan penyuluhan kesehatan bagi warga Desa Tapadaa, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.
Idah menguraikan, ada 10 indikator PHBS yang harus diterapkan dalam rumah tangga, yakni persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI ekslusif bagi bayi, menimbang bayi dan balita serta menggunakan air bersih.
Selain itu ada indikator mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, membersihkan jentik nyamuk, makan sayur dan buah, melakukan aktivitas fisik setiap hari serta tidak merokok dalam rumah.
"Cuci tangan dengan sabun saja bisa mencegah sepuluh penyakit. Merokok jangan di dalam rumah karena anggota keluarga bisa jadi perokok pasif," katanya.
Ia menambahkan, memiliki jamban merupakan suatu keharusan sebagai pencegahan terhadap penyebaran penyakit seperti diare.
"Manfaat besarnya bisa dirasakan oleh orang yang menerapkannya dengan disiplin," katanya.
Menurutnya, perilaku hidup sehat dengan memilih makanan yang sehat dan alami, mengurangi konsumsi makanan cepat saji, dalam kemasan maupun makanan ringan dengan pengawet dan pewarna.
"Sebaiknya menanam sendiri sayur dan buah, untuk menghindari produk bahan makanan yang telah tercemar," tutur Idah.