Minggu, 1 Maret 2015

Tarif Rp 1 Juta, Berikut Modus Prostitusi Pelajar SMA di Manado

Sabtu, 24 November 2012 16:35 WITA

Tarif Rp 1 Juta, Berikut Modus Prostitusi Pelajar SMA di Manado
Ist
Ilustrasi.

Ternyata, praktik prostusi terselebung tidak hanya dilakukan oleh para mahasiswi. Praktik di lembah hitam juga ditemukan di kalangan para pelajar SMA. Istilah "ayam kampus", sebutan untuk para mahasiswi yang bekerja sebagai pekerja seks komersial (PSK), berganti menjadi "ayam putih abu-abu".  

"Kenapa harus cari ayam kampus lagi, sekarang banyak yang putih abu-abu, lebih seger dan mantap," ujar DS (36) seorang pria yang banyak tahu tentang seluk beluk prostitusi di Kota Manado, Sulawesi Utara.

DS lalu mengatur waktu untuk bertemu dengan pelajar "SMA plus" tersebut. Ternyata, kompas.com tidak hanya bertemu dengan satu orang, tapi tiga. Mereka adalah pelajar di sebuah SMK ternama di Kota Manado. IL, DP, VK, ketiganya merupakan pelajar kelas II SMK. Mereka satu geng. Dengan sedikit usaha menyakinkan, ketiga pelajar yang masih berseragam ini menceritakan praktik mereka.

"Satu minggu torank pe geng boleh dapa lima tamu (Seminggu geng kami bisa dapat sampai lima pelanggan)," ujar IL.

Untuk mencari pelanggan, mereka cukup nongkrong di pusat perbelanjaan dan mal, lengkap dengan pakaian seragam mereka agar calon pelanggan yakin bahwa mereka masih pelajar. Mereka duduk di cafe-cafe dan bersikap centil untuk menarik perhatian.

"Torank biasa ja kase kode deng cuma ba pesan minuman juice ndak pesan makan (Kami biasanya memberi kode dengan hanya memesan satu gelas minuman juice, tidak dengan makanan)," ungkap DP.

Para lelaki hidung belang yang juga sering datang ke cafe-cafe tersebut untuk mencari mangsa sudah paham dengan isyarat terselubung ini. Jika melihat ada pelajar duduk hanya dengan satu minuman juice di meja, mereka langsung mendekat dan minta bergabung.

Halaman123
Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas