Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Manado

Hibah Pilkada, Pemko-KPUD Kotamobagu MoU

Sabtu, 17 November 2012 11:22 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU
- Pemerintah Kota (Pemko) dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kotamobagu akhirnya melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dana hibah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kotamobagu, di auditorium, pemerintah kota (Pemko), pada Jumat (16/11/2012).

Hadir dalam acara tersebut Walikota Kotamobagu, Djelantik Mokodompit, Wakil Walikota Tatong Bara, Kapolres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno, Komadan Kodim (Dandim) 1303 Letkol Infantri Mudjiharto. Selain itu, Ketua KPUD Kotamobagu, Nayodo Kurniawan Mokoginta dan empat personil KPUD lainnya.

Data yang dihimpun Tribun Manado, naskah perjanjian MoU bernomor 25/HKM-KK/ XI/2012 tentang belanja pemilihan wali kota dan wakil Wali Kota Kotamobagu 2013 akan dihibahkan dana sebesar Rp 15 miliar. Dana tersebut akan diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama diambil dari dana anggaran 2012 sebesar Rp 3 milar. Tahap kedua akan dianggarkan dalam anggaran Penadapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 sebesar Rp 12 miliar.

Pihak KPUD pun diminta untuk menggunakan anggran dengan rasa tanggujawab dan apabila pasca Pilkada masi terdapat sisa anggaran makan KPUD wajib mengembalikan. Sebaliknya, jika terjadi putaran kedua dalam Pemilihan Walikota (Pilwako) maka pihak pemko akan menambah dana sesuai keperluan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kota Kotamobagu, Drs H Djelantik Mokodompit ME mengharapkan dengan diserahkannya dana hibah tersebut, agar pihak KoPU Kotamobagu selaku penyelenggara Pilwako pada tahun 2013 mendatang, untuk segera melaksanakan tahapan-tahapan pelaksanaan Pilwako Kotamobagu mendatang. "Selaku pemerintah, saya juga berharap agar pelaksanaan pilwako nanti dapat berjalan dengan aman, lancar, sukses dan demokratis," harap Djelantik.

Ketua KPUD, Nayodo Kurniawan Mokoginta berjanji aka mempergunakan dana tersebut sebaik- baiknya. pasalnya dirinya tidak mau saat berakhirnya Pilwako akan menjadi pesakitan (terpidana) karena penyalagunaan dana negara tersebut. "Besok kami akam mulai action untuk mengatur tahapan pilkada," ujar Nadoyo.
Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Robertus_Rimawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas