Internasional
Taliban: Petraeus Seharusnya Dirajam
Skandal seks yang menjatuhkan Kepala CIA David Petraeus mungkin menimbulkan kepedihan di Washington.
TRIBUNMANADO.CO.ID-Skandal seks yang menjatuhkan Kepala CIA David Petraeus mungkin menimbulkan kepedihan di Washington. Sebaliknya bagi Taliban peristiwa itu justru menimbulkan gelak tawa.
Petraeus mengundurkan diri dari posisinya di CIA pekan lalu setelah mengakui terlibat perselingkuhan dengan penulis biografinya, Paula Broadwell. Skandal menghebohkan ini mengakhiri karier cemerlang jenderal yang pernah memimpin pasukan NATO dalam memerangi Taliban di Afganistan itu.
Seorang pejabat Taliban yang berwajah serius langsung terbahak-bahak ketika diminta berkomentar tentang skandal Petraeus oleh AFP di Pakistan.
"Dasar kurang ajar! Tetapi semua orang Amerika sama, bukan sesuatu yang baru," kata pejabat Taliban yang tidak ingin namanya disebut itu.
Selama memimpin Afganistan pada 1966-2001, kelompok Islam garis keras itu menerapkan hukuman berat bagi para pezinah, antara lain hukum cambuk di depan umum.
Aturan moral tradisional suku Pashtun, kelompok etnis yang mendominasi Taliban, juga menuntut hukuman keras bagi para pezinah
.
"Menurut pandangan Pashtun, Petraeus harus ditembak oleh kerabat selingkuhannya," pejabat Taliban itu menjelaskan.
"Dari sudut pandang syariat, dia harus dihukum rajam sampai mati."