Kamis, 2 April 2015

Jenderal Petraeus: Saya Sangat Kacau

Jumat, 16 November 2012 15:53

Mantan Direktur CIA itu mengatakan, ia menyesali hubungan gelapnya dengan Paula Broadwell yang telah menempatkan keamanan nasional Amerika dalam krisis. Namun, ia berkeras tidak memberikan rahasia intelijen kepada pasangan selingkuhnya itu.

Petraeus, yang menggambarkan istrinya, Holly, sebagai sosok yang sangat melampaui harapannya, mengatakan dalam sebuah percakapan yang tidak terekam kamera dengan seorang jurnalis televisi bahwa ia bersalah karena "kegagalan personal" dan telah "terjerumus dalam sesuatu yang tidak terhormat".

"Dia berusaha untuk melakukan hal terhormat dalam menanggapi (skandal itu)," kata Kyra Phillips, seorang reporter HLN. "Dan itu akan segera terjadi. Sangat jelas bahwa ia dalam kondisi sangat kacau."

Jenderal Petraeus, yang belum pernah terlihat di depan umum sejak pengunduran dirinya pekan lalu, Jumat pagi waktu setempat, dijadwalkan untuk memberikan kesaksian kepada Kongres yang tengah menyelidiki serangan terhadap konsulat AS di Benghazi, Libya, pada 11 September lalu.

Jenderal purnawirawan bintang empat itu menolak teori konspirasi bahwa kejatuhan kariernya telah direkayasa demi mencegah dia mengungkapkan informasi tentang serangan yang bisa merusak posisi Presiden Barack Obama. "Dia mengatakan hal (skandal) itu tidak ada hubungannya dengan Benghazi, dan ia ingin memberikan kesaksian," kata Phillips. "Dia akan bersaksi."

Sidang itu, yang akan digelar komite intelijen DPR, akan tertutup untuk umum. Sejumlah anggota senior Partai Republik, termasuk Senator John McCain, telah menuduh pemerintahan Obama gagal memberikan keamanan yang memadai bagi konsuler meskipun ada permintaan dari Chris Stevens, duta besar yang tewas dalam serangan tersebut. Mereka juga menyatakan Gedung Putih sengaja menyesatkan publik dengan menyatakan di awal bahwa serangan itu terkait dengan protes terhadap sebuah film Amerika yang anti-Islam. Protes itu jadi tidak terkendali dan berujung pada serangan itu. Padahal, sebenarnya aksi itu merupakan serangan teroris terkoordinasi yang dilancarkan kaum jihadis.

Ketakutan bahwa Jenderal Petraeus telah memberi tahu Broadwell tentang rincian rahasia serangan Benghazi dipicu oleh munculnya sebuah rekaman pidato di mana Broadwell mengatakan para penyerang telah berusaha untuk membebaskan kaum radikal Libya dari sebuah penjara darurat CIA. Pihak berwenang mengatakan, hal itu tidak benar dan bahwa perempuan itu telah salah menafsirkan laporan media.

Halaman123
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas