• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Manado

Rivano Meninggal Terkena Petir

Jumat, 9 November 2012 22:05 WITA
Rivano Meninggal Terkena Petir
TRIBUNMANADO/WARSTEF ABISADA
Korban petir dievakuasi oleh Polisi
Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

FELMY Tombuku hanya bisa menangis histeris di ruang bedah Rumah Sakit Bethesda Tomohon, ketika melihat suaminya Rivano Motoh sudah terbujur kaku, Jumat (9/11). Tak banyak yang dapat dibuatnya, kecuali sesekali mengusap air matanya yang membasahi pipi dan memeluk jasad suaminya, karena seakan tak percaya bahwa ia dan putrinya yang baru berusia 4 bulan telah ditinggal untuk selama-lamanya oleh sang suami yang sehari-harinya bekerja di BRI Tomohon.

“Papa kyapa sampe bagini, mama belum siap. Kita mo bekeng apa Tuhan,” ucap Felmy, sambil terisak menatap jasad suaminya, siang kemarin.

Kejadian yang menimpa Rivano, memang tak pernah disangka dan diduga Felmy, sebab waktu berada di rumah pada malam hari, kondisi sang suami tampak baik-baik saja. “Saya sempat menelpon, tapi hand phonenya tidak aktif, ternyata sudah jadi begini,” ucapnya lagi.

Hal senada diungkapkan Rinto Motoh, kakak Rivano. Ia seakan tak percaya melihat, tubuh adiknya sudah dalam kondisi tak bernyawa di Rumah Sakit Bethesda Tomohon. “Dia sempat ke rumah, jadi saya tidak percaya kalau dia sudah meninggal. Setelah tahu ternyata dia sudah meninggal, saya langsung syok hingga sekarang,” katanya.

Rivano sendiri adalah salah satu korban yang langsung meninggal di tempat, dari dua korban yang terkena petir di sebuah rumah di Perkebunan Tumaraktak Kelurahan Paslaten I, Kecamatan Tomohon Timur, sekitar pukul 12.30 Wita . Satu korban lainnya yang berhasil selamat adalah adalah Frencis Tumilantow (32), warga Sumalangka Tondano yang  mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Bethesda Tomohon.
“Saya waktu itu hanya ingin berteduh di rumah tersebut, karena hujan deras. Jadi saya tidak menyangka akan terjadi (kena imbas petir) seperti itu, semua badan saya sekarang merasa sakit,” ujar Frencis, saat diwawancarai di ruang perawatan Rumah Sakit Bethesda, kemarin.

Kejadian tersebut, begitu cepat dan sangat mengejutkan warga yang berada di lokasi kejadian. Bahkan mereka mengira telah terjadi ledakan bom, sebab bunyinya begitu kuat hingga menyebabkan mereka lari keluar rumah. “Saat datang disini, korban memang hanya ingin berteduh karena hujan sangat deras,” jelas Fredy Pioh, warga Paslaten I Lingkungan VII yang berada di lokasi kejadian ketika petir menyambar rumah tersebut.
 
Saat kejadian, ada sekitar 10 warga yang berada di dalam rumah tersebut, sebagian diantaranya adalah anak-anak. Tapi, hanya kedua korban saja yang terkena imbas petir, sebab saat tiba memang dalam kondisi basah kuyup, berbeda dengan warga lainnya yang dalam kondisi kering. “Mungkin karena basah, sehingga mereka berdua terkena imbas petir, sebab warga lainnya yang berada disini tidak kena. Ada anak-anak juga,” katanya.
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
141804 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas