Perampokan

Rampok Indomaret Terekam CCTV

Perampokan bersenjata api terjadi di Indomaret Balongsari Tama, Surabaya.

Rampok Indomaret Terekam CCTV
Surya/Haorrahman
Lokasi perampokan di Indomaret Balongsari Tama Surabaya, Rabu (24/10/2012) pagi.
TRIBUNMANADO.CO.ID, SURABAYA - Perampokan bersenjata api yang terjadi di Indomaret Balongsari Tama, Surabaya, Rabu (24/10/2012) pagi tadi, disebutkan terekam CCTV.  Kepala Polsek Tandes Kompol I Wayan Winaya mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, yakni pemilik Indomaret dan dua karyawan yang saat itu berada di lokasi.

"Sudah ada tiga saksi yang kami periksa terkait kejadian ini," kata Wayan. Selain melakukan pemeriksaan, menurut Wayan, polisi sudah mengambil rekaman CCTV yang terdapat rekaman kejadian perampokan subuh tadi.

Mengenai senjata api yang digunakan oleh pelaku, Wayan mengatakan masih belum bisa memastikan apakah senpi tersebut asli atau senpi mainan. "Menurut keterangan saksi, pelaku memakai senpi, tetapi kami belum bisa pastikan apakah itu asli atau mainan," kata Wayan.

Seperti yang diberitakan, perampokan dengan menggunakan senjata api kembali terjadi di kios Indomaret di Balongsari Tama. Perampok yang masuk ke Indomaret seorang diri itu membawa kabur uang Rp 8 juta yang disimpan di brankas.

Menurut salah seorang karyawan Indomaret, Sholeh, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 ketika Indomaret masih dalam keadaan sepi. "Saat itu, hanya ada dua orang, lalu perampok itu masuk dan langsung mengarah ke kasir," kata Sholeh saat ditemui di lokasi kejadian.

Adapun karyawan Indomaret lainnya, Abdul Azis, yang berada di lokasi saat kejadian, menuturkan, perampok tersebut menggunakan senjata api yang sering dipakai polisi. "Senjatanya warna hitam gelap dan besar, mirip seperti yang dipakai polisi," kata Azis.

Azis menuturkan, saat kejadian, dia berada di kasir, sedangkan rekan lainnya, Joko, tengah merapikan barang. Perampok tersebut langsung menuju kasir dan menyuruh dia menuju gudang tempat brankas. "Perampok itu langsung menyuruh kami berdua ke gudang. Setelah itu, dia mengambil uang dan pergi, sementara kami berdua disekap di dalam gudang," kata Aziz, saat ditemui di Kepolisian Sektor Tandes.

Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved