Minggu, 14 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Gigi Sensitif Sering Diabaikan

Sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi sensitif.

Tayang:
Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi sensitif. Namun, hanya separuhnya yang melakukan tindakan apapun untuk mengobatinya. Sisanya, membiarkannya.

"Masyarakat masih mengabaikan sakit gigi. Padahal, gangguan ini menurunkan kualitas hidup penderitanya," tegas Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Eky S Soeria Soemantri saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (19/10). Terlebih lagi, penderita gigi sensitif umumnya kelompok usia produktif.

Gigi sensitif dipicu oleh terbukanya dentin gigi, yaitu lapisan dibawah email gigi yang berwarna putih. Di dentin terdapat saluran yang menghubungkan dengan saraf-saraf gigi. Akibatnya, jika terkena makanan atau minuman yang panas, dingin, atau manis, gigi terasa ngilu.

Ketua Ikatan Periodontologi Indonesia Komisariat Jakarta Hari Sunarto mengatakan terbukanya dentin ini disebabkan oleh cara menyikat gigi yang terlalu keras dan bertekanan tinggi serta penggunaan sikat gigi yang bulu sikatnya keras. Cara ini justru bisa memicu resesi gusi atau turunnya gusi sehingga dentin gigi di bagian akar gigi terlihat.

"Ini bukan akibat keturunan, tetapi berubahnya anatomi gigi," katanya.

Meski bisa terjadi di semua bagian gigi, gangguan gigi sensitif umumnya terjadi pada bagian sudut deretan gigi, di sekitar gigi taring. Gejala yang mirip gigi sensitif, yaitu ngilu pada bagian belakang gigi, kemungkinan bukan akibat gigi sensitif tetapi akibat posisi gigi bungsu yang tidak sempurna

Menurut Hari, mendiagnosis gigi sensitif tidak mudah. Karena itu, setiap ada keluhan mirip gigi sensitif, maka hal yang dilakukan adalah mengobati keluhan dasarnya, seperti menambal gigi berlubang atau memperbaiki jaringan penyangga gigi. Jika masih timbul rasa sakit, maka dentinnya harus diperiksa dengan sejumlah peralatan kedokteran gigi, seperti foto rontgen.

Eky menambahkan, terbukanya dentin gigi juga bisa disebabkan oleh rusaknya jaringan ikat yang menyangga akar gigi. Kerusakan jaringan ikat ini akibat infeksi yang ditimbulkan oleh kuman yang ada di dalam karang gigi.

Menurut Eky yang juga Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia itu, keengganan masyarakat memeriksakan gangguan gigi yang dimilikinya juga karena takut pergi ke dokter gigi atau khawatir dengan biaya pemeriksaan gigi yang mahal. Pemeriksaan gigi mahal karena hampir semua bahan dan peralatan yang digunakan masih diimpor.

Untuk mendapat layanan kesehatan gigi yang murah namun tetap berkualitas, masyarakat dapat memanfaatkan 15 rumah sakit gigi dan mulut di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Rumah sakit ini dikelola oleh fakultas kedokteran gigi di sejumlah universitas.

"Konsep yang ada di rumah sakit gigi dan mulut ini adalah one visit treatment. Semua peralatan kedokteran gigi ada disana dalam jumlah besar," tambahnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved