• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribun Manado

Gusti Kanjeng Ratu Hemas Enggan Buat Parpol Perempuan

Selasa, 16 Oktober 2012 21:12 WITA
Gusti Kanjeng Ratu Hemas Enggan Buat Parpol Perempuan
TRIBUNMANADO/ROBERTUS RIMAWAN
Gusti Kanjeng Ratu Hemas saat diwawancarai sejumlah wartawan.
Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Seorang aktivis perempuan dan anak, Neny Rahmawati, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sulut sudah terbiasa menemui nasib wanita yang teraniaya. Puluhan bahkan ratusan kasus yang ia advokasi terkait kekerasan pada perempuan maupun anak dan selama ini kondisi dan nasib perempuan menurutnya belum sesuai harapan, Selasa (16/10/2012). Meski mengaku agak pesimistis namun ia punya harapan yang besar setelah dilantiknya kepengurusan Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Sulut di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

"Budaya patriarki masih mengakar kuat, kita berharap dengan KPP perempuan bisa memiliki posisi tawar dan preilaku-perilaku buruk yang dialami perempuan bisa disuarakan," jelasnya.

Menurut Neny ketika seseorang dipercaya untuk mewakili atau menyelesaikan tentu harus memiliki perspektif yang bagus, wawasan luas, maka dengan adanya KPP tentu tak perlu diragukan. "Perempuan mewakili perempuan, ia tahu bagaimana seorang perempuan, bagaimana wawasan tentang perempuan dan anak sehingga bisa cover masalah-masalah sosial perempuan," katanya.

Gusti Kanjeng Ratu Hemas Ketua KPP pusat seusai melantik pengurus KPP Sulut menyatakan harapannya kuota 30 persen untuk perempuan bisa dicapai. "Yang penting fokus bagaimana perempuan di partai politik 2013 bisa berada di besaran 30 persen berada di lembaga legislatif," jelas dia.

Menurutnya jumlah  perempuan di parlemen di kabupaten kota di indonesia sangat kecil. Ini yang menjadi alasan kenapa KPP  ia bentuk yakni untuk meningkatkan di jumlah perempuan di parlemen. "Data menunjukkan di kabupaten/ kota di Indonesia banyak yang belum berada di angka 10 persen, nah jaringan ini untuk membantu dan memperkuat ," jelasnya.

Sedang untuk Sulut ia menilai peningkatannya cukup bagus terlihat dari peran-peran perempuan baik di tingkat nasional maupun internasional bukan hanya memperjuangkan perempuan tapi juga kesejahteraan masyarakat.
Gusti Kanjeng Ratu Hemas enggan membuat parpol perempuan, karena ia nilai akan mengeksklusifkan diri. " Justru dengan saat ini bagaimana kaum pria bisa mendukung perempuan," jelas dia.
Penulis: Robertus_Rimawan
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
117073 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas