Pendidikan
100 Guru Masuk Minahasa
Sekitar 100 guru dari kabupaten/kota lain di Sulut telah masuk dan terdaftar sebagai PNS di Minahasa.
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Sekitar 100 guru dari kabupaten/kota lain di Sulut telah masuk dan terdaftar sebagai PNS di Minahasa.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Minahasa, Dennie Rompas saat diwawancarai Tribun Manado, Minggu (14/10) menjelaskan, sekitar 100 guru tersebut telah resmi terdaftar sebagai PNS Minahasa sejak beberapa bulan lalu. Menurutnya Pemkab Minahasa memang membuka kesempatan bagi tenaga guru dari luar daerah untuk menjadi PNS di Minahasa.
"Minat PNS dari kabupaten/kota lain untuk masuk ke Minahasa cukup besar. Selain 100 orang yang sudah resmi tercatat sebagai guru di Minahasa, masih banyak lagi guru yang sedang mengurus administrasi untuk pindah ke Minahasa," ujarnya.
Guru-guru yang masuk ke Minahasa berasal dari beberapa daerah, seperti Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, dan beberapa daerah lainnya.
Rompas menjelaskan, Pemkab Minahasa lebih mengutamakan menerima guru pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan bahasa.
Bupati Minahasa, Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR) menjelaskan, sampai saat ini jumlah guru di Minahasa masih terbatas. Menurutnya Pemkab Minahasa belum bisa memenuhi kebutuhan guru pada semua sekolah di Minahasa. Menurutnya cara yang dianggap baik dan bisa cepat menyelesaikan masalah kekurangan guru saat ini adalah menerima tenaga guru dari kabupaten/kota lain.
"Jika pemerintah pusat melakukan kebijakan penghentian sementara dalam waktu cukup lama maka jumlah guru di Minahasa akan semakin berkurang. Dampaknya adalah tidak maksimal kegiatan belajar mengajar. Cara terbaik yang harus dilakukan adalah menerima guru dari daerah lain," ujarnya.
Shandra, seorang guru dari Minahasa Utara (Minut) yang telah pindah di Minahasa mengatakan dirinya memilih pindah ke Minahasa karena dirinya memang berasal dari Minahasa. Menurutnya beberapa tahun lalu dia mendaftarkan diri dalam seleksi PNS di Minut.
"Lebih dari tiga tahun saya menjadi guru di Minut dan selama itu pula saya harus menyewa tempat kost. Saya senang bisa pindah ke Minahasa karena saya bisa tinggal di rumah saya bersama orangtua," ujarnya.