Kesehatan
Amandel Filter Bakteri dan Virus
Amandel adalah organ kecil di dalam rongga mulut manusia yang berfungsi sebagai filter terhadap masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh.
Penulis: Fransiska_Noel | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Fransisca Noel
"Amandel adalah organ kecil di dalam rongga mulut manusia yang berfungsi sebagai filter terhadap masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh. Pada dasarnya, setiap orang mempunyai amandel, yang fungsinya sebagai salah satu dari sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi lanjutan yang dapat membahayakan tubuh akibat serangan virus dan bakteri ini."
Penyakit radang Amandel atau biasanya dalam dunia kedokteran desebut Tonsilitis, adalah penyakit peradangan pada amandel yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
Menurut dr Leonard Laurensius dari RSUD Poso Sulawesi Tengah, Pada saat amandel bereaksi terhadap serangan virus, bakteri, ataupun jamur, amandel dapat mengalami peradangan atau pembesaran.
"Untuk anak yang terserang peradangan amandel memiliki gejala antara lain setiap dua atau tiga bulan sekali terkena sakit panas," kata dr Leo kepada Tribun Manado belum lama ini.
Menurutnya, tindakan operasi sudah jarang dilakukan, kecuali bila peradangan sering sekali terjadi atau bila peradangan tersebut menyebabkan kesulitan untuk bernapas dan menelan.
Secara sederhana gejala radang amandel menurut dr Leo dapat didiagnosa melalui beberapa kondisi seperti, tenggorokan sakit, sulit atau sakit saat menelan, sakit kepala, demam dan kedinginan, pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah bening disekitar rahang dan leher, serta kehilangan suara.
"Saat bakteri dan virus memasuki tubuh melalui hidung atau mulut, amandel berperan sebagai filter yang menyelimuti organisme yang berbahaya tersebut dengan sel-sel darah putih. Ini akan menyebabkan infeksi ringan pada amandel, yang akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap infeksi dimasa yang akan datang," jelasnya.
Akan tetapi, kadang-kadang amandel sudah kewalahan menahan infeksi bakteri atau virus, inilah yang menyebabkan terjadinya tonsilitis atau radang amandel.
Tambahnya,virus yang dapat menyebabkan terjadinya radang amandel, yaitu virus Epstein-Barr, dan bakteri yang menyebabkan terjadinya radang tenggorokan yaitu Streptococcus pyogenes.
Penyakit radang amandel yang disebabkan virus dan bakteri ini cenderung menulat kepada orang lain. "Virus dan bakteri cenderung untuk berkembang pada orang-orang yang berhubungan dekat satu sama lain. Pada anak-anak dapat terjadi seperti di sekolah atau di fasilitas penitipan anak," jelas dr Leo.
Untuk diagnosa, biasanya dokter akan memeriksa amandel dan bagian belakang tenggorokan untuk melihat adanya tanda-tanda infeksi, seperti adanya warna kemerahan atau nanah.
"Bila amandel kelihatan mengalami infeksi dan pasien mengalami tanda-tanda dan gejala lain yang mengarah pada radang tenggorokan, maka apasien akan menjalani uji usap tenggorokan," ujarnya.
Dengan tes yang sederhana ini, dokter akan mengusapkan semacam kasa steril pada bagian belakang tenggorokan untuk mendapatkan sampel air liur.
Sampel yang telah diambil kemudian akan diperiksa di dalam lab untuk melihat ada tidaknya bakteri streptokokus. "Hasil tes dapat dilihat dalam hitungan menit atau jam, bergantung pada metode pengujian yang digunakan. Bila tes ini menunjukkan hasil yang positif, maka pasien perlu minum antibiotik untuk mengobati infeksi yang dialami," tutur dr Leo.
Untuk pencegahan radang amandel, menurut dr Leo dapat dilakukan dengan sering cuci tangan. "Ini adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya berbagai jenis infeksi, termasuk juga tonsilitis. Seringlah cuci tangan, dan beri dorongan pada anak-anak untuk melakukan hal yang sama," kata dr Leo.
Metode cuci tangan yanag benar menurut dr Leo adalah, membasahi tangan, kemudian beri sedikit sabut cuci tangan, lalu gosok semua permukaan tangan, termasuk bagian belakang tangan, pergelangan tangan, di antara jari-jari dan di bawah kuku jari.