A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Perkelahian Massal Imandi-Tambun Kembali Pecah - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribun Manado

Perkelahian Massal Imandi-Tambun Kembali Pecah

Kamis, 11 Oktober 2012 18:35 WITA
Perkelahian Massal Imandi-Tambun Kembali Pecah
ANTARA
Ilustrasi tawuran.
Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG
- Ketegangan antara kelompok warga asal Kelurahan Imandi dan Desa Pinonobatuan atau lebih dikenal Tambun, Kecamatan Dumoga Timur, kembali terjadi, Kamis (11/10/2012). Perselisihan antara dua desa bertetangga tersebut sudah berlangsung lima hari atau sejak Minggu (7/10/2012) lalu.

Henny Colvarina, warga Imandi yang tinggal di perbatasan dengan Tambun, menuturkan, perkelahian massal Kamis siang itu terjadi sekitar pukul 11.00 wita. Warga dari dua kubu tidak hanya saling lempar batu, tapi juga sudah memakai senapan angin. Tak urung beberapa warga menjadi korban terkena peluru senapan angin.

"Perkelahian tersebut terjadi di kebun yang berada di perbatasan Imandi dan Tambun. Sudah ada korban akibat perkelahian tadi, tapi jumlahnya saya tidak tahu," kata Henny yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow (Bolmong) dari daerah pemilihan Dumoga.

Camat Dumoga Timur Johanis Lomban menyebutkan, berdasarkan data yang dia peroleh, jumlah korban akibat perkelahian antar kampung pada hari itu berjumlah dua orang. "Keduanya berasal dari Imandi dan sudah dibawa ke rumah sakit di Kotamobagu untuk dirawat lebih lanjut," ujar Johanis saat dihubungi Tribun Manado.

Dikatakan, situasi dan kondisi keamanan sudah mulai kondusif sekitar pukul 13.00 wita. Aparat keamanan yang turun ke tempat kejadian bukan hanya dari Polres Bolmong, tapi juga dari Brimob Inuai dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Personil TNI yang turun dari Koramil Dumoga dan Kodim 1303 Bolmong.

Aparat keamanan pun sudah membuat demarkasi atau garis pemisah antara dua daerah yang bertikai. Garis pemisah tersebut berada di kebun yang biasa menjadi palagan perkelahian massal dari dua kelompok. "Siapa yang melanggar garis pemisah tersebut, maka pihak keamanan akan menindak yang bersangkutan," kata Johanis menambahkan.

Selain itu, upaya lainnya adalah mediasi antara dua kelompok warga tersebut. "Kami sedang mempersiapkan ibadah bersama seluruh denominasi gereja yang ada di Dumoga ini di perbatasan dua desa tersebut. Wakil Bupati (Yanni R Tuuk) yang akan memimpin kegiatan ibdah tersebut," kata dia.

Johanis menambahkan, setelah ibadah bersama tersebut akan ada pembicaraan untuk upaya perdamaian antara dua desa yang kerap bertikai tersebut. Dia mengharapkan ada kemajuan yang serius dari hasil pembicaraan tersebut. Termasuk juga bagaimana antisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang.

Ketua Komisi I DPRD Bolmong Yusra Alhabsyi mengatakan perlu ada forum untuk menuntaskan pangkal masalah di daerah-daerah yang kerap bertikai. Dia mengatakan, selain pendekatatan keamanan juga harus ada langkah-langkah lainya untuk pencegahan terjadi konflik tersebut.

"Pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan markas bagi aparat keamanan di daerah tersebut. Tapi, menurut saya, harus ada forum sehingga komunikasi dan koordinasi juga berjalan baik," kata pria yang biasa disapa Ucan ini.

Ketegangan yang sudah terjadi lima hari terakhir tersebut sudah banyak memakan korban. Di hari pertama, enam warga termasuk mantan Kepala Polsek Dumoga Timur AKP I Made Sumaria terkena tembakan senapana angin sehingga harus dirawat di RS Datoe Binangkang. Beberapa bulan sebelumnya pertikaian memakan korban jiwa.
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
109134 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas