Selasa, 1 September 2015

Perkelahian Massal Imandi-Tambun Kembali Pecah

Kamis, 11 Oktober 2012 18:35

Perkelahian Massal Imandi-Tambun Kembali Pecah
ANTARA
Ilustrasi tawuran.

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG - Ketegangan antara kelompok warga asal Kelurahan Imandi dan Desa Pinonobatuan atau lebih dikenal Tambun, Kecamatan Dumoga Timur, kembali terjadi, Kamis (11/10/2012). Perselisihan antara dua desa bertetangga tersebut sudah berlangsung lima hari atau sejak Minggu (7/10/2012) lalu.

Henny Colvarina, warga Imandi yang tinggal di perbatasan dengan Tambun, menuturkan, perkelahian massal Kamis siang itu terjadi sekitar pukul 11.00 wita. Warga dari dua kubu tidak hanya saling lempar batu, tapi juga sudah memakai senapan angin. Tak urung beberapa warga menjadi korban terkena peluru senapan angin.

"Perkelahian tersebut terjadi di kebun yang berada di perbatasan Imandi dan Tambun. Sudah ada korban akibat perkelahian tadi, tapi jumlahnya saya tidak tahu," kata Henny yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolaang Mongondow (Bolmong) dari daerah pemilihan Dumoga.

Camat Dumoga Timur Johanis Lomban menyebutkan, berdasarkan data yang dia peroleh, jumlah korban akibat perkelahian antar kampung pada hari itu berjumlah dua orang. "Keduanya berasal dari Imandi dan sudah dibawa ke rumah sakit di Kotamobagu untuk dirawat lebih lanjut," ujar Johanis saat dihubungi Tribun Manado.

Dikatakan, situasi dan kondisi keamanan sudah mulai kondusif sekitar pukul 13.00 wita. Aparat keamanan yang turun ke tempat kejadian bukan hanya dari Polres Bolmong, tapi juga dari Brimob Inuai dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Personil TNI yang turun dari Koramil Dumoga dan Kodim 1303 Bolmong.

Aparat keamanan pun sudah membuat demarkasi atau garis pemisah antara dua daerah yang bertikai. Garis pemisah tersebut berada di kebun yang biasa menjadi palagan perkelahian massal dari dua kelompok. "Siapa yang melanggar garis pemisah tersebut, maka pihak keamanan akan menindak yang bersangkutan," kata Johanis menambahkan.

Selain itu, upaya lainnya adalah mediasi antara dua kelompok warga tersebut. "Kami sedang mempersiapkan ibadah bersama seluruh denominasi gereja yang ada di Dumoga ini di perbatasan dua desa tersebut. Wakil Bupati (Yanni R Tuuk) yang akan memimpin kegiatan ibdah tersebut," kata dia.

Halaman12
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Robertus_Rimawan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas