Minggu, 14 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

WHO Pantau Virus Mirip SARS

Para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau virus pernafasan mirip SARS yang diyakini menjadi penyebab kematian seorang pasien di Ara

Tayang:
Editor: Andrew_Pattymahu

Para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau virus pernafasan mirip SARS yang diyakini menjadi penyebab kematian seorang pasien di Arab Saudi dan mengakibatkan seorang pria berkebangsaan Qatar dalam kondisi kritis di London, Inggris.

Virus yang dikenal dengan nama virus korona ini berasal dari keluarga virus penyebab flu sebagaimana SARS, sindrom pernafasan akut yang pada 2003 menewaskan 800 orang di seluruh dunia, sebagian besar dari Asia.

Meski pun demikian, para ahli kesehatan belum memiliki cukup informasi untuk memastikan apakah virus ini berpotensi menjadi pembunuh massal seperti SARS atau hanya sekedar anomali.

WHO meminta dunia tetap tenang sambil menunggu para ahli menyelidiki virus tersebut termasuk pola penyebaran dan tingkat bahaya.

Seiring dengan datangnya musim haji di Arab Saudi bulan depan, WHO mengatakan mereka tetap siaga akan segala kemungkinan.

"Sebagaimana perlakuan terhadap virus baru apa pun, virus ini menjadi kekhawatiran kami dan kami memantaunya dengan teliti," kata juru bicara WHO Gregory Hartl, seperti dikutip kantor berita AP.

Pemerintah Arab Saudi telah mengutarakan kekhawatiran mereka pada WHO, seperti dilaporkan surat kabar setempat Saudi Gazette.

Sebelumnya, sejumlah wabah penyakit menyebar pada musim haji termasuk flu, meningitis dan polio.

Harus waspada

WHO juga masih meneliti apakah penyebaran virus ini sama cepatnya dengan SARS. Virus SARS ditularkan pada manusia oleh musang di Cina dan terbawa ke 30 negara. Pusat penyebaran saat itu berada di Hong Kong.

"Virus korona saat ini masih dalam tahap awal," kata Harlt. "Saat ini kami memiliki dua kasus sporadis dan ada banyak pertanyaan yang harus dijawab."

Sejumlah ahli kesehatan lain juga mengatakan meski saat ini tingkat bahaya virus belum diketahui, kewaspadaan harus tetap ada.

"Kita tidak tahu apakah hal ini akan menjadi seperti kasus SARS atau hilang begitu saja," kata Michael Osterholm, pakar flu dari Universitas Minnesota, AS. Ia mengatakan yang terpenting sekarang adalah menentukan rasio kasus dari skala ringan hingga berat.

Ia juga mengatakan hal yang mencemaskan adalah bahwa satu orang telah meninggal dunia.

"Flu biasa tidak akan membunuh anda," kata dia. "Hal itu memberi kita alasan untuk berpikir bahwa virus ini mungkin mirip dengan SARS yang membunuh 10 persen dari total pasien terinfeksi."

WHO mengatakan tidak ada alasan untuk menerapkan larangan bepergian ke Timur Tengah karena belum ada kasus baru yang muncul dan pola penyebaran juga masih belum jelas.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved