Tajuk Tamu
Pemilukada Minahasa dan Jokowi Effect !
Kemenangan Jokowi Ahok dalam Pemilukada Jakarta merupakan sesuatu yang fenomenal. Mengapa fenomenal
Kemenangan Jokowi Ahok dalam Pemilukada Jakarta merupakan sesuatu yang fenomenal. Mengapa fenomenal? Karena, pertama, yang mereka hadapi adalah calon Gubernur incumbent (Foke) dimana biasanya, incumbent punya potensi yang luar biasa untuk menang, dan memang incumbent cenderung menang. SBY misalnya,terpilih kembali pada periode kedua.
Di Sulut, SHS juga demikian, menang untuk periode kedua sama seperti di Minahasa, SVR juga berhasil di periode Kedua. Kedua, yang mereka hadapi adalah Gabungan Partai-Partai yang membentuk suatu Koalisi Besar Partai melawan dua partai yang hanya sebesar 18 persen (sesuai dukungan parlemen di jakarta). Itu ibarat pertarungan Goliat yang besar dan Daud yang kecil. Goliat dengan sumber daya yang besar (perlengkapan perang) berhasil dikalahkan oleh Daud hanya dengan sumberdaya terbatas (batu dan pelontar).
Itu semua adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Berdasarkan hitung-hitungan politik, Foke-Nara seharusnya menang. Karena dua potensi luar biasa tadi. Tetapi realita berkata lain, justru Jokowi-Ahok berhasil menggunguli mereka dengan selisih -/+ 9 persen suara berdasarkan hasil quick count berbagai lembaga survey.
Mengapa Jokowi-Ahok bisa menang? Beberapa hal yang menarik yang bisa dikaji lewat Pemilukada Jakarta. Jokowi-Ahok merupakan figur yang diyakini membawa perubahan di Jakarta. Tampil dengan kesederhanaan, merakyat dan track record yang baik menjadikan mereka lebih populer dari kandidat manapun, bahkan bisa dibilang lebih populer dari artis dan bintang-bintang iklan ibukota. Effek-nya bisa dirasakan langsung masyarakat. Bahkan dari fenomena jokowi tersebut, memberi keuntungan ekonomi bagi pengusaha 'fashion' di tanah air, baik brand besar maupun brand-brand baru/kecil. Dari Bomboogie, next G sampai 'Lassolo', laku dipasaran dengan tren kotak-kotak. Bukan hanya di Jakarta yang memakai kemeja kotak-kotak,melainkan diseluruh tanah air terlebih di Sulawesi Utara, tak terkecuali di Minahasa. Jokowi Ahok, dalam kampanyenya selalu tampil simpatik, mengritik secara objektif pokok-pokok persoalan yang memang ada dan harus diselesaikan di Jakarta tetapi tidak menjelek-jelekan pasangan lain (subjektif). Berkaitan dengan Money Politic, Jokowi - Ahok adalah figur yang anti terhadap money politic. Mereka turun ke pasar-pasar, pedagang kaki lima, rakyat miskin di Jakarta hanya bersalaman dan bertemu langsung dengan warga dan tidak sedikit pun menjanjikan ataupun memberikan uang kepada masyarakat yang mereka kunjungi. Kaos kotak-kotak yang mereka pakai dan rakyatpun pakai, tidak mereka bagikan melainkan dicari dan dibeli di toko-toko, dipasar-pasar, bahkan dijual juga diposko-posko jokowi ahok;tidak dibagikan. Mereka tidak mengandalkan uang tetapi memanfaatkan peluang, pendekatannya bukan 'gisi' tapi visi dan misi. Hasilnya, kemenangan rakyat!
Apa itu efek Jokowi bagi rakyat minahasa menjelang Pemilukada Desember 2012?
Efek yang diharapkan itu bukanlah dari baju kotak-kotak yang sekarang sedang ramai/tren dipakai orang-orang di Minahasa,melainkan dari balik baju kotak-kotak itu! Dibalik baju kotak-kotak tersebut ada secercah harapan dan keinginan masyarat yang mendambakan Pemimpin yang DIYAKINI punya terobosan untuk suatu Minahasa yang lebih baik. Pemimpin yang diyakini punya visi dan misi yang jelas dan realistis, serta mampu diwujudnyatan bagi masyarakat. Pemimpin yang diyakini, dekat dengan Masyarakat dan Mampu menjawab kebutuhan masyarakat Minahasa saat ini.
Di antara kelima Bakal Calon di Minahasa, SEMUANYA punya potensi untuk itu. Tinggal bagaimana Visi dan Misi itu mampu diartikulasikan dan diimplementasikan secara nyata sehingga meYaKINKAN masyarakat dan merebut 'efek Jokowi' untuk kemenangan di Pemilukada Minahasa nanti. Efek Jokowi, bukan pada baju Kotak-Kotak yang dipakai, tetapi efek Jokowi ada pada SEMANGAT dibalik baju kotak-kotak itu. Semangat Perubahan, Semangat untuk membangun, Semangat untuk memajukan Masyarakat, Semangat untuk Berkorban bagi Semangat Perubahan, Semangat untuk membangun, Semangat untuk memajukan Masyarakat, Semangat untuk Berkorban bagi Rakyat, Semangat untuk Mengabdi tanpa Pamrih, Semangat untuk tidak money politik, Semangat untuk mengendalikan diri agar tidak Korupsi, semangat untuk tidak membeda-bedakan dalam melayani masyarakat, Semangat yang tidak mengkotak-kotakan masyarakat dalam Suku Agama Ras dan Adat Istiadat, Semangat Jokowi Ahok!
Sekali lagi, efeknya bukan pada baju kotak-kotak tapi apa yang ada dibalik baju kotak-kotak tersebut. SEMUA kandidat di Minahasa punya potensi untuk itu ! SEMOGA.