Manado
Rusunawa Mewah Jadi Sarang Semut
-Hampir tidak ada akses jalan yang baik untuk sebuah gedung yang terlihat mewah di hadapan mata itu
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus
TRIBUNMANADO.CO,MANADO-Hampir tidak ada akses jalan yang baik untuk sebuah gedung yang terlihat mewah di hadapan mata itu. Yang ada hanya batu-batu kecil terhampar di depan. Ilalang pun mulai meninggi. Hanya beberapa tempat terlihat terkena sentuhan cangkul. Itulah suasana bagian halaman depan ketika Tribun Manado mengunjungi rumah susun proyek pemerintah pusat yang katanya nanti diserahkan kepada pemerintah Kota Manado di Bumi Nyiur, Wanea, Manado, Sulawesi Utara.
Bagian dalam pun tak kalah memiriskan. Beberapa ruangan tampak hanya menjadi gudang ketika dilihat dari kaca luar. WC memang masih terbuka tapi hanya semut-semut yang memakai. Lantai pun mulai digerogoti lumut.
Jalan akses ke atas pun tertutup. Belahan-belahan kayu menjadi satu-satunya penghalang menghalangi manusia-manusia nakal. Beberapa dinding di bagian atas pun mulai kusam di makan usia.
Dinding tanah di sebelah timur dan Selatan memang cukup rapi. Tapi rumput-rumput yang menjalar di situ masih memberi kesan pengunjung ada di ladang. Sebidang tanah kecil di bagian Barat berbatasan dengan kantor PU Kota Manado nampak menjadi tempat bersemi rumput- rumput tajam dan gerombol-gerombol putri malu.
Tiang listrik memang masih kokoh berdiri tapi tak jelas dipakai untuk apa. Udara yang masuk melalui peralatan kipas bertenaga udara itu tidak jelas mengalir ke mana. Air dalam tong air hanya ditampung percuma seperti tak ada yang menggunakan.
Rumah susun dengan ukuran isi 24 meter bujur sangkar menurut pengakuan Kepala Bagian Administrasi Perkotaan itu memang hanya kelihatan mewah dari kejauhan. Sembilan puluh enam kamar menurut sumber yang sama itu terancam rusak karena tidak dipergunakan. Belum lagi ruangan seperti toilet dan dapur dengan ukuran yang lebih kecil. (dma)