TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-Roma
Prakarsa, warga di kelurahan yang sama tapi tinggal di bantaran sungai
mempertanyakan kegunaan rumah susun. Apalagi rumah yang mereka tempati
merupakan rumah milik mereka sendiri.
"Sepertinya baik tapi itu bagi
mereka yang tidak mempunyai rumah. Lebih enak punya rumah sendiri.
Daripada tinggal di rumah milik orang lain,"tuturnya.
Menurutnya,
masyarakat pasti menyukainya jika itu menjadi milik sendiri bukan
disewakan. Walaupun rumahnya terletak hanya dua meter di bibir sungai
dan hampir tanpa penghalang, Roma ingin tinggal di rumah sendiri. Erni
Tigau (35), warga Dendengan Dalam yang tinggal di perbukitan mengaku
Senin (3/9) ingin pindah kalau ada
tempat yang baru. Akan tetapi ia ingin menjual dulu tanah mereka yang
merupakan pemberian orang tua mereka. "Kami sudah usahakan untuk
menjualnya. Saya ingin segera berpindah ke tempat aman. Tapi belum ada
yang membelinya,"ujarnya.
Erni memang mengaku kesulitan untuk menjual
tanah di tempat tinggi dengan kemiringan mencapai sembilan puluh
derajat. Apalagi dapur rumahnya berbatasan langsung dengan longsoran
yang beberapa bulan lalu pernah terjadi. Longsoran itu bahkan membuat
daerah dapur sampai rumah yang berada membentuk setengah lingkaran
dengan panjang 7 meter. "Pemerintah mungkin bisa membantu dengan
membeli tanah ini. Atau mereka mencari pembeli tanah yang bersedia
mengambil tanah kami ini,"tuturnya.
Rumah susun yang katanya mau
disediakan pemerintah juga menurutnya baik. Tapi, ia juga tidak mau
tinggal di situ. Menurutnya, dengan gaya bangunan yang seperti itu,
konflik bisa muda terjadi. "Pertemuan akan terasa sangat
dekat. Konflik bisa terjadi di situ. Lebih baik punya tanah dan rumah
sendiri,"katanya. Ia kemudian mencontohkan seorang temannya yang
berpindah dari tempat kos di Manado ke rumah susun di Bitung.
Temannya
yang kerja di Manado harus nge-kos di Manado karena kedekatan tempat
tinggal.
"Tapi tiba-tiba ia pindah ke Bitung karena katanya harga lebih
murah. Tapi sama saja karena ia harus memakai uang transport yang lebih
banyak dan jarak yang jauh. Ia juga merasa konflik lebih sering terjadi
daripada di tempat kos,"katanya.
Kepala Bagian Administrasi
perkotaaan menegaskan rumah susun bukan teristimewa diperuntukkan bagi
mereka yang berada di bantaran sungai atau perbukitan. Rumah susun
dibangun bagi mereka yang berpenghasilan rendah. "Semua prosedur hanya
dilakukan setelah penyerahan aset. Semua harus mematuhi permenpera 14
tahun 2007. Penghuninya akan melalui seleksi,"ujarnya. (dma)
Penulis : David_Manewus
Editor : Andrew_Pattymahu
Bergabunglah dengan Tribun Manado Sharing Community untuk update berita Sulawesi Utara dan berbagi informasi kegiatan komunitas Anda.
Follow twitter kami di @Tribun_Manado untuk mengakses berita melalui twitter.