Tribun Manado - Kamis, 20 September 2012 12:28 WITA
Seorang prajurit perempuan Inggris yang tak menyadari dirinya tengah
mengandung, melahirkan seorang bayi laki-laki di garis depan, tepatnya
di Afganistan.
Prajurit itu melahirkan di Kamp Bastion, Selasa
(18/9/2012), hanya beberapa hari setelah Taliban menyerang pangkalan
militer utama Inggris di Provinsi Helmand itu.
Bayi itu lahir
lima pekan lebih cepat dari jadwal seharusnya. Meski demikian, sejauh
ini kondisi ibu dan bayinya dikabarkan dalam kondisi sehat.
Tim
dokter ahli dari Rumah Sakit John Radcliffe, Oxford, Inggris akan
berangkat ke Afganistan pekan depan untuk merawat ibu dan bayinya
termasuk dalam perjalanan pulang ke Inggris.
Peristiwa kelahiran
ini mengejutkan para petinggi militer yang memicu perintah pengecekan
lebih ketat untuk semua prajurit perempuan yang dikirim ke garis depan.
Sejak
2003, tak kurang dari 200 prajurit perempuan di garis depan hamil
sehingga memaksa komandan mereka untuk mengirim pulang para prajurit
hamil itu.
Tapi inilah kali pertama seorang prajurit Inggris melahirkan anak di garis depan di Afganistan.
Padalah,
beberapa hari sebelumnya, prajurit perempuan ini masih bertempur
melawan pasukan Taliban yang menyerang kamp Bastion tanpa menyadari
bahwa dia tengah mengandung.
Sejak Maret lalu prajurit perempuan
yang tak disebut identitasnya itu bertugas bersama Brigade Senapan Mesin
ke-12 namun baru akhir pekan lalu dia mengeluhkan sakit di sekitar
perutnya.
Tanpa dinyana, dokter yang memeriksanya mengatakan dia
sudah hamil 34 pekan yang artinya sebenarnya dia sudah memasuki masa
kehamilan sebelum berangkat ke Afganistan, sebelum menjalankan tugas
selama enam bulan.
Namun, para dokter militer Inggris di
Afganistan keheranan karena prajurit ini tidak mengalami efek-efek
kehamilan sebagaimana dialami perempuan lain selama bertugas.
Sekitar
500 prajurit perempuan Inggris saat ini bertugas di Afganistan. Sejauh
ini delapan prajurit perempuan Inggris meninggal dunia di Afganistan dan
Irak atua sekitar dua persen dari seluruh prajurit Inggris yang tewas.