Trending Topics :
» Tajuk Tamu
Kontribusi WWF bagi Upaya Konservasi Terumbu Karang di Bunaken (1)
Tribun Manado - Kamis, 20 September 2012 11:57 WITA
Share |
bunaken.jpg
Taman laut Bunaken

Penulis: Roy Pangalila
WWF-Indonesia Bunaken Project Coordinator

WORLD Wildlife Fund (WWF) Indonesia mengelar sebuah hajatan besar di Jakarta. Hajatan ini berskala besar karena mengumpulkan seluruh staf WWF-Indonesia sebanyak 432 orang dari Sabang sampai Merauke di Putri Duyung Cottages - Ancol, Jakarta Utara. Kegiatan WWF - Indonesia staf conference 2012 ini juga dirangkaikan perayaan 50 Tahun WWF-Indonesia sebagai salah satu Lembaga Konservasi di Indonesia yang telah cukup banyak berkiprah bagi upaya-upaya pelestarian lingkungan di Indonesia.

Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah "Mengambil pelajaran dari 50 tahun perjalanan menuju 50 tahun depan." Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari  yaitu tanggal 12 - 15 September 2012. Ini merupakan momentum besar bagi segenap warga organisasi berlogo Panda ini untuk merefleksikan perjalanan WWF di bumi Nusantara selama 50 tahun ini.

Kegiatan dimulai dengan program perlindungan Badak di Ujung Kulon - Jawa Barat pada tahun 1962. Seiring bergulirnya waktu berdasarkan kebutuhan; selanjutnya memperlebar topik-topik pelestarian lingkungan mulai dari permasalahan hutan, perlindungan species yang terancam, perlindungan laut dan pesisir hingga program energy untuk mereduksi dampak pemanasan global di Indonesia.

Tahun 1998, atas restu WWF-Internasional di Switzerland, WWF di Indonesia berdiri secara mandiri dan menjadi Yayasan WWF-Indonesia dan hingga saat ini, WWF-Indonesia telah bekerja di 17 Provinsi di Indonesia dengan 23 Kantor Lapangan dan 432 orang staf lapangan yang memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai bidangnya masing-masing.

Selain dihadiri oleh 432 staff WWWF-Indonesia dari seluruh pelosok namun juga dihadiri oleh setidaknya 10 orang dari Jaringan WWF Internasional seperti : James. F. Leape (DirekturJenderal WWF-Internasional yang bermarkas di Switzerland); Chris Hails (Network Relations Director WWF-International ); Isabelle Louis (Direktur WWF untuk Asia-Pasifik); Ravi Singh (Chief Executive Officer/Direktur WWF-India); Dionysius Sharma (Direktur WWF-Malaysia); Omar Vidal (Direktur WWF-Mexico); Ali Hassan Habib (Direktur WWF-Pakistan); Jose Ma. Lorenzo Tan (Direktur WWF Phillipines); Igor Chestin (Direktur WWF-Russia) dan Elaine Tan (Direktur WWF Singapore).

Menarik sekali karena dalam acara ini dilakukan refleksi perjalanan WWF selama 50 Tahun ini. Momentum ini juga dipakai untuk mematangkan Rencana Strategis (Strategic Planning) untuk periode 5 tahun ke depan dengan berbagai kriteria Indikator yang telah ditetapkan berdasarkan pengalaman bekerja, analisa dan pemikiran yang panjang untuk upaya konservasi di Indonesia. Peran WWF-Indonesia di Sulawesi Utara.

Kiprah WWF di Bumi Nyiur Melambai ini telah dimulai pada era tahun 1980-an ketika terlibat banyak dalam survey di sekitar kawasan Cagar Alam Tangkoko-Batu Angus Bitung dalam kerangka program kehutanan yang dimiliki WWF. Sejalan dengan itu pada akhir 1980-an, di bidang Kelautan, WWF-Indonesia melakukan study penjajakan area-area prioritas untuk dijadikan Kawasan Perlindungan Laut(Marine Protected Area) dan antara lain juga memberi rekomendasi dalam proses penunjukan Bunaken sebagai Kawasan Taman Nasional dengan nama Taman Nasional Bunaken hingga turunlah Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan No. 730/Kpts-II/1991.

Sejak berubah status menjadi Taman Nasional, selanjutnya United States Agency for International Development (USAID) memberikan dukungannya untuk menjalankan program di kawasan Bunaken dan sekitarnya pada 1993. Atas dukungan USAID inilah maka kerjasama Departemen Kehutanan-BAPPENAS dirancang untuk mengimplementasi Model Percontohan tersebut.

Program ini bernama Proyek Pengelolaan Sumber Daya Alam (Natural Resources Management Project-NRMP) untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebihbaik. Lokasi percontohan lainnya ada di kawasan Taman Nasional Bukit Baka - Bukit Raya di Kalimantan Barat. Salah satu output (hasil) dari NRM Project ini adalah dengan menghasilkan Buku Rencana Pengeloalan Taman Nasional Bunaken (RPTNB) untuk 25 Tahun kedepan.(*)























Editor : Andrew_Pattymahu

Bergabunglah dengan Tribun Manado Sharing Community untuk update berita Sulawesi Utara dan berbagi informasi kegiatan komunitas Anda.

Follow twitter kami di @Tribun_Manado untuk mengakses berita melalui twitter.


Download Tribun Manado Blackberry Launcher untuk memudahkan anda mengakses berita melalui perangkat blackberry.


Facebook Comments
Comments
Advertise


Facebook