Narkoba

Kasus Heroin, Warga Jakarta Ditangkap

Penangkapan ini dilakukan, usai pria ber KTP Jakarta Utara itu berhasil di pancing masuk kamar Hotel.

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Lima hari usai tertangkapnya Thanyaphon Phoonthaweep (35), wanita asal Thailand pembawa heroin, Rabu (12/9) di Bandara International Sam Ratulangi, aparat kepolisian Polda Sulut kembali menangkap seorang pria bernama Agus Dwinanto (40) di salah satu kamar hotel yang ada di Manado, Senin (17/9/2012).

Penangkapan ini dilakukan, usai pria ber KTP Jakarta Utara itu berhasil di pancing masuk kamar Hotel.

Hal itu diungkap Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy dalam jumpa pers yang berlangsung di Mapolda Sulut, Rabu (19/9). "Kami berhasil menangkap satu orang lagi," sebut Kapolda yang di dampingi Dir Narkoba Polda Sulut, Kombes Pol, Guruh Achmad Fabianto serta Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Denny Adare.

Sebelum itu, aparat sempat galau, karena Agus yang menurut keterangan Thanyaphon akan datang, hingga hari keempat belum muncul. Kejutan muncul pada hari kelima. Seorang pria muncul tiba - tiba dan langsung masuk ke kamar yang dimaksud.

Aparat pun bersemangat seketika, melihat buruannya itu. Agus pun dibekuk ketika sedang mencari koper yang sebelumnya di bawa Thanyaphon. "Ia langsung di bekuk saat itu juga," katanya.

Dari penyelidikan sementara, di duga keduanya adalah bagian dari jaringan internasional dengan sistem sel putus. Diduga, Agus bertugas mengambil barang dari wanita itu sebelum dibawa ke Jakarta. "Mereka diduga anggota sindikat internasional," tuturnya.

Meski sama - sama bermain, namun keduanya tidak saling kenal. Keduanya beraksi lewat petunjuk dari hp dari seseorang yang tidak dikenal. "Mereka semua tidak saling kenal" sebutnya.

Agus sendiri mengaku dapat petunjuk lewat seseorang bernama pak haji. Jika menelpon, nomor pak haji selalu berganti - ganti, hingga sulit dilacak. Sedang si wanita, beraksi menuruti suara dari balik hpnya. Yang memberi petunjuk, diduga juga adalah warga Thailand. "Kedua orang itu, baik di jakarta maupun di thailand masih dilacak," urainya.

Beda tempat dan tak saling kenal, baik antar pelaku maupun antar pelaku dan yang memberi petunjuk, namun muara dari barang haram itu adalah Manado. Dari Manado, barang itu akan dibawa Agus kepada seseorang yang berada di Jakarta. "Usai dapat barang, ia diperintah ke Bitung dan menuju Surabaya dengan kapal, sebelum finis di Jakarta," ungkap Kapolda.

Tentang Thanyaphon Phoonthaweep, Atotoy mengatakan, wanita ini mulanya adalah wiraswasta. Karena sesuatu dan lain hal, usahanya gagal. Galau sejenak, ia mendapat harapan untuk bangkit, ketika berhubungan dengan seseorang lewat hp. Di iming - imingi uang banyak , suara itu merayunya untuk jadi penyelundup. "Ia tidak kenal dengan suara itu," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Robertus_Rimawan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help